Kajati NTT, Jaksa Mulai Lidik Kasus Dugaan Korupsi Pada Proyek Gedung NTT Fair

Kupang, obor-nusantara.com-Aparat Penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipisus) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai melakukan penyidikan terhadap kasus dugaan Korupsi pada proyek pekerjaan pembangunan gedung pusat pameran (NTT Fair) yang berlokasi di bilangan Bimoku, belakang Kantor Damri, Di Kelurahan Lasiana Kota Kupang.
“ya kami saat ini sudah mulai menyidik kasus itu, Kata Kepala Kejaksaan Tinggi NTT DR. Febrie Adriansyah SH. MH usai melantik dan mengabil sumpah Kepala Kejaksaan Negeri Atambua dan Koordinator Jaksa Kejati NTT di Kantor Kejati NTT selasa, 23/04/2019.
Penanangan kasus ini sesuai surat perintah Penyidikan (Sprindik) dari Kepala Kejaksaan Tinggi NTT nomor: print 01/p.3/fd.1/04/2019 tanggal 10 april 2019.
Dikatakan, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dan hari ini (selasa, /04/2019) memeriksa sejumlah saksi. “hari ini ada periksa saksi tu”. Katanya.

Menurutnya, saat ini sudah ada orang/saksi yang sudah diperiksa bahkan sudah ada panggilan untuk diperiksa pada hari selasa, 23 april 2019 oleh jaksa”. Ucap Kajati.
Kajatai mengatakan, dimulainya penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan gedung pusat pameran NTT di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi NTT TA. 2018, senilai Rp 29 milyar lebih ini setelah ada indikasi korupsi pada kasus tersebut.
Sementara itu, Informasi yang dihimpun menyebutkan ada kelebihan pembayaran dari Dinas (PPK) kepada kontraktor Pt, Cipta Eka Puri sebesar 5% (hasil audit Inspektorat NTT) saat habis masa kontrak.
Selain itu juga informasi dari sumber di Kejati juga menyebutkan adanya kerugian negara sebesar Rp 4 milyar (hasil perhitungan Tim teknis dari Poltek Kupang) pada proyek tersebut.(wr/nora).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *