Bangun Sarana TNI di Tanah Warga, Pasukan Brigif 21 Komodo Bersenjata Lengkap Halau Warga Desa Naunu

Foto: TNI bersenjata lengkap saat menghalau warga di desa Naunu

Oelamasi, Obor-nusantara.com-Puluhan Pasukan TNI bersenjata  Lengkap  dari Brigif 21 Komodo yang bermarkas di wilayah Oelamasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dikerahkan untuk menghalau puluhan warga Desa Naunu dan Camplong yang hendak mengklaim Tanah yang tengah dikuasai oleh Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk kepentingan pembangunan sarana TNI di Desa Naunu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.
Warga dari dua Desa yakni Desa Naunu dan Camplong, Kabupaten Kupang yang hendak meminta kontraktor untuk menghentikan pekerjaan proyek Sarana TNI di Wilayah mereka karena status tanah belum ada penyelesaian antara warga kedua desa dengan Nakertrans selaku pemegang Sertifikat Pengelolaan Lahan (HPL) medapat perlawanan dari puluhan aparat TNI bersenjata lengkap dari Brigif 21 Komodo.
Tanah yang diklaim oleh TNI seluas 558 hektare ini diperoleh dari Nakertrans pada tahun 2007 untuk kepentingan pembangunan sarana TNI yakni Markas Brigif 21 Komodo, Densipur dan markas Yonarmet.
“ini persoalan sudah beda pak, orang tua kami berikan tanah ini ke Nakertrans untuk kepentingan Transmigrasi bukan untuk bangun sarana TNI disini jadi kita harus selesaikan ini dengan Nakertrans dulu Baru kegiatan dilanjutkan”. Ungkap Lipus salah seorang warga yang menghubungi media ini pada selasa, 30/04/2019.


Menurutnya, sejak kegiatan dimulai pada beberapa bulan lalu warga selaku pemilik lahan telah melakukan pertemuan dengan Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat, Nakertrans NTT dan Staf ahli bidang Hukum Gubernur NTT.
Dalam pertemuan tersebut disepakati agar semua kegiatan dilapangan dapat di hentikan sementara sambil menunggu upaya penyelesaian antara warga dengan Pihak Nakertrans.
“kami semua ini sudah bertemu dengan Bapak Gubernur dan Nakertrans Pusat semua sudah sepakat untuk pekerjaan dihentikan sementara sambil menunggu proses penyelesaian dengan semua pihak”. Kata Lipus.


Dikatakan, harusnya Pihak TNI sebagai Alat Negara dan pelindung masyarakat seharusnya tidak bertindak seperti ini dengan menurunkan pasukan bersenjata lengkap untuk berhadapan dengan masyarakat.
“masa datang bawa pasukan bersenjata lengkap seolah-olah ada perang, maksudnya apa begitu kalau bukan bentuk teror dan intimidasi”. Ujarnya.
Sementara itu Kepala Staf Brigif 21 Komodo Kupang Lenan Kolonel Agus Setiawan yang memimpin langsung anggota TNI untuk menghadang warga di lokasi Desa Naunu kepada media melalui sambungan telepo. mengatakan, Kedatangan Anggota TNI ke lokasi hanya sebatas mengamankan lokasi pekerjaan.
“kami hanya mengamankan lokasi ini karena berada persis didepan Markas Brigif tetapi tidak ada niat untuk bentrok dengan warga”. Jelas Agus.
Menurutnya, TNI tidak ada masalah dengan masyarakat karena tanah yang saat ini dikuasai adalah milik Depnakertrans PUsat yang telah diberikan ke TNI melalui Gubernur dan Bupati Kupang.
Terkait dengan kesepakatan yang telah buat bersama antara Nakertrans, Masyarakat dengan Staf Ahli Gubernur untuk menghentikan pekerjaan menurut Agus, hal tersebut bukan kewenangannya.
“itu bukan wewenang saya, silakan masyarakat berurusan dengan Nakertrans sebagaj pemilik lahan”. Papar Agus.
Dirinya menjamin tidak ada bentrok fisik antara masyarakat dengan TNI karena masyarakat adalah Mama dan Bapa dari TNI.(wr/nora).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *