LBH ALF Law Office Resmi Daftarkan Gugatan Warga Naunu di Pengadilan Negeri Oelamasi

Forto: warga didampingi Menga M.Frans SH usai mendaftarkan perkara di pengadilan negeri oelamasi

Oelamasi, obor-nusantara.com-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) ALF LAW OFFiCE atau Alex Frans Team Sebagai Kuasa Hukum dari 5 orang Tokoh masyarakat dari Desa Naunu dan Kelurahan Camplong dua, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur Hari ini Rabu, 08/05/2019 Resmi mendaftarkan gugatan di Pengadilan Negeri Oelamasi.
LBH ALF LAW OFFiCE atau Alex Frans Team Sebagai Kuasa Hukum dari ke 5 warga ini hendak menagajukan gugatan kepada sedikitnya 9 orang warga Desa Naunu yang menyerahkan tanah seluas 2000 hektare Kepada Depnakertrans yang diperuntukan sebagai lokasi pembangunan sarana transmigrasi di lokasi tersebut.
Selain ke 9 warga ini Penggugat juga mengajukan gugatan kepada 6 Lembaga Pemerintahan yakni Pemerintah Kabupaten Kupang, Gubernur NTT, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kupang, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).


Salah satu Anggota Tim Kuasa Hukum warga Mega M. Frans. SH usai mendaftarkan perkara Gugatan perbuatan melawan hukum di Pengadilan Negeri Oelamasi pada Rabu, 08/05/2019 mengatakan, hari ini kita secara resmi mendaftarkan gugatan ini di Pengadilan untuk di proses hukum.
“saya baru selesai mendaftar dengan perkara nomor : 21/pdt.G/2019/OLM dan kita tinggal menunggu penetapan tanggal sidang dari Pengadilan Oelamasi”. Jelas Mega.
Dikatakan, dalam materi gugatan secara jelas telah diuraikan peran dan tugas para Tergugat dalam kasus ini.


“semua sudah kita uraikan dalam materi gugatan kita jadi tinggal nanti dipelajari oleh majelis hakim untuk menentukan sidang selanjutnya. Kata Mega.
Sebelumnya diberitakan, dalam Kasus tanah 2000 hektare ini, secara diam-diam dibuatkan sertifikat Hak Pengelolaan Lahan (HPL) oleh Depnakertrans Seluas 1.600 hektare dan didalam lahan ini telah diserahkan sebanyak 558 ha kepada TNI untuk kepentingan pembangunan sarana TNI yang kini tengah berlangsung.
Dalam kasus ini warga merasa ditipu oleh nakertrans karena hingga kini semua kesepakatan dan janji untuk Memberikan bantuan kepada warga dan membangun rumah transmihrasi tidak terealisasi. (wr/nora).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *