Gubernur NTT, Jalan Bokong-Lelogama Harus Rusak Diusia 25 Tahun

Oelamasi, obor-nusantara.com-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Victor Bungtilu Laiskodat mengingatkan Seluruh kontraktor agar mengerjakan proyek Jalan Bokong-Lelogama harus bisa bertahan hingga mencapai usia 25 tahun, bukan seperti lasimnya terjadi pada proyek Pemerintah yang umur konstruksinya hanya bertahan beberapa bulan.
“para kontraktor tolong dengar baik-baik, ini jalan harus bisa mencapai umur 25 tahun baru rusak, jangan sampai baru satu atau 2 bulan sudah rusak. Saya ingatkan jangan main-main dengan pekerjaan proyek ini kalau baru kerja sudah rusak maka resiko tanggung sendiri.” jelas Gubernur NTT Victor Laiskodat saat memberikan arahan pada Kegaiatan Peletakan batu pertama dimulainya pekerjaan pembangunan jalan bokong-lelogama pada kamis, 16/05/2019.
Menurut Gubernur, pemerintah terus melakukan pembenahan terhadap seluruh infrastruktur yang ada di NTT.


“Pembangunan infrastruktur merupakan sebuah stimulus, agar kita mampu bergerak lebih cepat dalam menggerakkan seluruh roda pembangunan, khususnya di Kabupaten Kupang ini. Kita harus mampu untuk menjaga jalan dan jembatan agar tidak cepat rusak”, kata Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).

Lebih lanjut Gubernur juga meminta para kontraktor untuk membangun sarana jalan terutama jembatan harus bisa berumur panjang.


“jembatan itu bukan usianya puluhan tahun tetapi harus lebih dari 100 tahun, masa pembangunan jalan jamaan Belanda saja masih ada kok yang bangun sendiri sudah rusak”. Ujar Laiskodat.
Usai melakukan peletakan batu pertama Pembangunan Jalan Bokong-Lelogama di Desa Heuknutu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Gubernur bersama rombongan melakukan peninjauan disepanjang jalan Bokong-Lelogama hingga lelogama di gunung Timau. (wr/nora)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *