Lidik Proyek Pasar Lili, Kejari Oelamasi Libatkan Tim Ahli Undana Kaji Progres fisik

Oelamasi,Obor-nusantara.com-
Jaksa pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kupang mulai melakukan penyelidikan terhadap proyek pembangunan pasar Lili di Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang yang diduga mangkrak.

Jaksa telah mengambil keterangan beberapa pihak yang terlibat langsung dalam proyek ini termasuk meminta tim ahli dari Politeknik Kupang untuk melihat tingkat pencapaiian pekerjaan fisik di lapangan.

Kepala Kejari (Kajari)  Kabupaten Kupang, Ali Sunhadji, S.H, MH, ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (21/5/2019) membenarkan soal proses penyelidikan di lapangan.

Menurut Ali, sejak bersama Wakil Bupati Kupang dan unsur Forkompimda melihat kondisi lapangan Proyek Pasar Lili, pihaknya kemudian mengambil langkah penyelidikan lebih lanjut.

Saat ini beberapa pihak sudah dipanggil dan memberikan keterangan terkait proyek tersebut. Walaupun dari pengamatan ditemukan banyak kekurangan, tetapi belum bisa dipastikan soal apakah negara dirugikan atau tidak.

“Kita masih lakukan penyelidikan dengan memintai keterangan para pihak. Kami juga berkoordinasi dengan tenaga ahli dari Undana untuk melihat kondisi lapangan karena secara teknis mereka yang tahu,” katanya.

Tentang peluang ditingkatkan ke tahap penyidikan, Ali mengatakan, untuk masuk tahapan itu data yang dikantongi harus lengkap dahulu. Untuk itu maka pihaknya masih menunggu hasil dari tim ahli tersebut.

Diberitakan sebelumnya,Pembangunan Pasar Lili di Kelurahan Camplong I Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang Propinsi NTT, dikerjakan oleh PT. Citra Timor Mandiri dengan nilai kontrak sebesar Rp 5. 553.106. 511, 39 di tahun 2018.

Proyek pembangunan pasar tersebut seharusnya rampung sesuai habis masa kalender kerja  120 hari sejak agustus hingga 28 Desember 2018 dengan kontrak kerja Nomor 510/141/2018/TP.

Karena belum selesai,PPK beri toleransi waktu 90 hari hingga 25 Maret 2019.namun tambahan waktu 90 hari juga belum rampung.

Sampai saat ini,Mei 2019,pekerjaan diperkirakan baru mencapai 75 persen.Sementara PPK sudah membayar kepada Kontraktor Rp. 4 Miliar  lebih pada 22 Desember 2018,Karena menurut PPK saat itu pekerjaan sudah mencapai 75 Persen.

Sedangkan Sisa pekerjaan yang belum dibayar PPK tinggal Rp.971 Juta.bahkan PPK tidak memberikan sanksi PHK kepada kontraktor,malah masih beri kebijakan agar kontraktor menyelesaikan pekerjaan hingga saat ini,dengan sepucuk surat pernyataan menyelesaikan pekerjaan oleh kontraktor. (kenzo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *