Tidak Selesaikan Proyek Puskesmas, PPK Dinkes Kabupaten Kupang PHK Sejumlah Kontraktor

Takari, Obor-nusantara.com-Tahun Anggaran 2018 lalu,  Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) membangung 13 Puskesmas di 13 Lokasi/Kecamatan.

Dari 13 Puskesmas tersebut terdapat 2 Bangunan Puskesmas yang tidak selesai dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana.

Kedua Puskeamas tersebut yakni,  Puskesmas Soiliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut dan Pusksesmas Ultao,  Kecamatan Semau. Karena tidak selesai,  Kepala Dinas Keseharan Kabupaten Kupang Robert Amheka dalam sambutannya saat peresmian Puskesmas Oekabiti beberapa waktu lalu mengaku,  pihak dinas melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah Melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap kontraktor yang tidak menyelesaikan Pekerjaan.

Selain dua Puskesmas yang tidak selesai juga ada yang dikerjakan asal jadi yakni,  Puskesmas Fatumonas dikerjakan kontraktor asal jadi,bahkan tambal sulam.banyak lantai miring, ada celah antara tembok dan kosen pintu,Ditambal dimana mana diantaranya kosen pintu dan jendela.

Sedangkan Bangunan dua lantai Puskesmas Takari yang dibangun bersamaan dengan 13 Puskesmas lainnya Sudah mulai retak disertai  ACP bagian belakang miring.

Ada lagi,tidak dipasang koneksi air dari jaringan PDAM menuju instalasi perpipaan.Jaringan dari Ruangan laboratorium menuju Ipal yang berjarak sekitar 10 meter juga tidak dipasang.

Selain itu, beberapa bagian lain seperti tembok kap atas tidak diplester,campuran beton penahan air terlihat miring,bahkan material sisa proyek dibiarkan begitu saja oleh kontraktor.

Masih soal Puskesmas Takari, Terpantau juga, sebagian Permukaan lantai terlihat bergelombang,seperti dikamar mandi dan toilet lantai 1 dan 2,serta lorong lantai satu puskesmas.Bangunan tersebut bersumber dari Dana Dak Afirmasi sebesar Rp. 6 Milyar,termasuk mebeler dan Alat kesehatan.

Kondisi ini ditemukan Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe saat inspeksi mendadak sekaligus meninjau proyek Puskesmas ,Jumat,17/5/2019.

Miris memang, Melihat kondisi fisik bangunan Puskesmas  yang berbanding terbalik dengan alokasi anggaran yang cukup fantastis.Dana yang cukup besar dari APBN tak sebanding dengan fisik bangunan.

Atas dasar Kondisi tersebut,l antas Wabup Manafe menghubungi PPK Dinas Kesehatan untuk dimintai pertanggungjawaban terkait fisik bangunan itu.

Melalui sambungan seluler, PPK Dinkes,dr.Yeti mengaku bangunan puskesmas takari sudah di PHO.

“Saya sudah telepon PPK dan dia mengaku sudah PHO.Saya sudah perintahkan hari senin (20/5),PPK dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang Robert Amheka ketemu saya”Sebut Manafe Kepada Obor-nusantara.com.

Sementara pengakuan salah seorang staf puskesmas yang tidak mau menyebutkan namanya, Mengatakan menempati bangunan ini karena ada paksaan.

“Iya,kami disuruh segera masuk dari bulan lalu, tapi kami baru masuk lima hari lalu. Sejujurnya Saya takut kalau naik dilantai dua, karena temboknya sudah banyak yang retak.lantai kamar mandi airnya tergenang karena lantai miring.air tidak bisa naik ke instalasi pipa dalam gedung karena dibiarkan saja tanpa koneksi dengan jaringan PDAM.Ruangan Laboratorium tidak sesuai standar,karena tidak ada meja periksa.Dari Laboratorium ke Ipal tidak ada jaringan”ungkapnya.

Kenyataan tersebut tak searah dengan pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang,dr.Robert Amheka dalam laporannya ketika syukuran masuk gedung baru Puskesmas Oekabiti,Jumat,3/5/2019.

Saat itu, Amheka mengatakan,ada 13 Bangunan Baru Puskesmas diwilayah Kabupaten Kupang yang Bersumber dari dana Dak afirmasi tahun 2018.Dari ke 13 Gedung Puskesmas yang dibangun, ada 9 gedung Puskesmas yang sudah selesai 100 persen.

Sementara Puskesmas Uitao di Kecamatan Semau dan Puskesmas Soliu di Kecamatan Amfoang Barat Laut progresnya baru mencapai 90 Persen sehingga kontraktor sudah di PHK.dan dua puskesmas lagi hingga saat ini  masih diperpanjang untuk diselesaikan pekerjaan oleh rekanan.

“Ada 13 bangunan puskesmas yang dibangun tahun 2018.dari jumlah tersebut,9 bangunan diantaranya sudah selesai 100 persen.Dua Puskesmas masih diperpanjang masa kerja untuk diselesaikan Kontraktor.sedangkan dua lagi yakni Uitao  dan Soliu pekerjaan baru mencapai 90 persen,sehingga kontraktor sudah di PHK oleh PPK.Tapi Tahun ini dianggarkan lagi dan akan dilakukan penunjukan langsung untuk menyelesaikan  pekerjaan 2 puskesmas tersebut”terang Kadis Kesehatan.(kenzo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *