Soal Tender di BWS NT-2 Piet Rebo Sebut, Kontraktor Sebaiknya Buat Pengaduan

Kupang, obor-nusantara.com-Hasil Penetapan Pemenang lelang pada tender proyek Rehabilitasi Bendung Haliwen oleh Pokja/panitia tender di Balai Wilayah Sungani Nusa Tenggara 2 (BWS NT-2) yang menetapkan rengking 9 sebagai pemenang dari 9 peserta lelang (harga terkoreksi) mendapat tanggapan dari Ketua Pokja Advokasi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nusa Tenggara Timur Piet Djami Rebo.
Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTT ini menyebutkan, para Kontraktor/rekanan yang kalah dalam tender Proyek Rehabilitasi Bendung Haliwen sebaiknya membuat pengaduan ke Balai dan Aparat Penegak Hukum jika merasa dirugikan oleh panitia/Pokja.
“saya sarankan sebaiknya mereka (kontraktor red) melakukan upaya hukum dengan membuat pengaduan ke Balai jika merasa dirugikan dengan hasil tender itu. Pengaduan selain ke Balai bisa juga ke aparat penegak hukum sehingga mendapat penjelasan soal apa yang mereka persoalkan”.Jelas Djami Rebo.
Menurutnya, keputusan panitia dengan memenangkan rengkin 9 pasti dilandasi dengan apa yang menjadi hasil temuan mereka pada dokumen yang diserahkan Peserta lelang dalam hal ini Kontraktor. “proses tender itu ada mekanismenya mukai dari Ferivikasi dokumen sampai pada klarifikasi dan pembuktian dokumen. Pada tahapan ini semua diatur oleh panitia/Pokja jika mereka perlu meminta klarifikasi ke kontraktor soal dokumen maka mereka minta jika tidak maka bisa dilanjutkan ke tahapan berikut”.ujarnya.


Untuk itu apa yang menjadi keberatan dari kontraktor peserta tender ini sebaiknya dibawah ke ranah hukum atau meminta klarifikasi Balai.
“jika nanti hasil pengaduan itu berdampak hukum dan ternyata ada temuan Pelanggaran maka bisa hasil pengumuman yang sudah ditanda tangani oleh rekanan bisa dibatalkan”papar Djami Rebo.
Terkait adanya indikasi KKN dan intervensi dari Pihak lain menurut Djami Rebo, dirinya enggan untuk berkomentar soal itu karena harus dibuktikan baik secara administrasi maupun fakta lainnya.
“kalau soal KKN saya tidak bisa berkomentar ya”.katanya.
Sebelumnya diberitakan,
Sejumlah Kontraktor Peserta Tender Proyek Rehabilitasi Bendung Haliwen di Kabupaten Belu. Nusa Tengga8ra Timur (NTT) menyangkan sikap Pokja ULP Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara (BWS-NT2) Kupang yang memenangkan Peserta tender nomor urut/rengking 9 dari 32 peserta tender dan 9 harga terkoreksi pada proyek tersebut.
Dari nilai pagu Proyek sebesar Rp 5 milyar Perusahaan yang dimenangkan yakni Pt. Syant Maju Karya nomor urut/rengking 9 penawaran tertinggi dari 9 perusahaan harga terkoreksi dengan nilai penawaran Rp. 4.539.957.974 mengalahkan 8 perushaan yang memiliki nilai penawaran terndah.
Proyek Rehabilitasi Bendung Haliwen di Kabupaten Belu, NTT tahun anggaran 2019 senilai Rp. 5 milyar yang proses tendernya ditangani oleh Pokja ULP Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 2 saat pengumuman tender hingga penutupan pada beberapa bulan lalu diikuti oleh sedikitnya 32 Penyedia jasa baik lokal maupun dari luar NTT. (wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara