Dipastikan Minggu ini Penyidik Kejati NTT Gelar Perkara Dugaan Korupsi NTT Fair

Kupang, obor-nusantara.com-Tim PenyidikTindak Pidana Korupsi (Tipisus) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT) dipastikan segera melakukan gelar Perkara untuk menentukan status Para Saksi yang telah diperiksa Penyidik apakah mereka sudah bisa ditetapkan tersangka atau masih dibutuhkan pemeriksaan saksi tambahan.
Pelaksanaan gelar perkara dipastikan akan dilakukan dalam minggu ini, jika semua alat bukti dan keterangan para saksi telah dianggap cukup oleh penyidik.
Kajati NTT, Dr. Febrie Ardiansyah, SH, MH yang dikonfirmasi melalui Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim pada senin, 10/06/2019 di gedung Kejati NTT mengatakan, gelar perkara kasus ini akan digelar jika penyidik sudah siap.
“kita pastikan dalam pekan (minggu) ini kasus dugaan korupsi NTT Fair sudah bisa terang benderang lah kalau sudah ada gelar perkara.” katanya.
Menurutnya, jika gelar perkara telah dilakukan oleh penyidik maka sudah bisa dipastikan status dari para saksi.
“semua ini butuh kesiapan, bukan asal umumkan tersangka saja, seperti maunya masyarakat. Jika terburu-buru penyidik tetapkan tersangka maka bisa fatal pada saat sidang nanti”. Papar Abdul.
Dikatakan, penydidik membutuhkan minimal dua alat bukti untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka dalam setiap kasus baik itu pidana umum maupun pidana khusus.
“harus bukti lengkap minimal dua alat bukti kalau tidak cukup bukti orang/tersangka bisa bebas nanti.” jelasnya
Terkait penahanan tersangka jika sudah ditetapkan dalam gelar perkara nanti menurut Abdul Hakim, semua tersangka kasus korupsi diberlakukan sama dengan penahanana dilakukan  jika sudah ditetapkan penyidik jadi tersangka.
“kalau sudah ada TSK pasti langsung ditahan, supaya jaksa penyidik kerja cepat, waktu penahanan kan cuma 60 hari atau 2 bulan jadi pasti diburu BAP-nya oleh penyidik untuk segerra diajukan ke Pengadilan sebelum Habis masa tahanan”. Ungkapnya.
Untuk diketahui, Dalam kasus ini tim penyidik telah memeriksa lebih dari 30 saksi yakni mantan kadis termasuk PPK dan mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya serta ajudannya. (wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara