Bendung Koludoki Rusak, Netizen Pertanyakan Kualitas Bangunan Oleh Kontraktor

Kupang, obor-nusantara.com-Kerusakan Bangunan Pondasi pada salah satu bagian Bendung Koludoki yang di Bangun oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara Dua (BWS-NT2) tahun 2018 di Desa Manusak, Kecamtan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan selesai pada bulan Desember 2018 lalu yang dilansir media ini pada senin, 10/06/2019 memunculkan berbagai tanggapan dari warga masyarakat melalui dunia maya (Facebook).
Para netizen mempertanyakan kualitas dari pekerjaan bendung yang baru selesai dibangun dan menghabiskan dana puluhan milyar rupiah tersebut. Netizen baik yang berasal dari NTT maupun luar NTT ini sangat menyangkan apa yang terjadi pada fisik bendung yang dibangun untuk kepentingan rakyat NTT itu.


Adhy Koroh melalui akun Facebooknya mengatakan “kontraktor cepat perbIki, kerja jangan cuma mau cari untung tetapi harus perhatikan kualitasnya” tulis Adhy Koroh yang juga anggota DPRD Kabupaten kupang ini dalam kolom Komentarnya.
Selain itu ada juga Netizen yang menyoroti soal hukum, melalui akunnya Daud saul Ndaumanu meminta aparat kejaksaan Negeri Oelamasi dan Penyidik Polres Kupang untuk segera mengusut masalah ini.
“Kejaksaan Negeri Oelamasi dan Polres Kab Kupang Perlu Pulbaket jangan tinggal diam”.tulisnya.


Masih banyak komentar para netizen yang juga menyoroti hal yang sama, semua ini merupakan ungkapan keperdulian mereka terhadap pembangunan di Kabupaten baik yang dilakukan oleh Pusat mauun Daerah.
Karena pembangunan semua infrastruktur ini merupakan sebuah perhatian Pemerintah Pusat kepada masyarakat NTT khususnya di Kabupaten Kupang.
Sebelumnya diberitakan,
Bendung Koludoki dua di Desa Manusak, Kecamatan Kupang tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang baru selesai dibangun oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 2 (BWS-NT2) Kupang pada Desemeber  2018 lalu, atau sekitar 5 Bulan lalu, kini sudah mulai rusak.
Kerusakan terjadi pada bagian sisi kiri dan kanan Bendung dengan tingkat kerusakan yang cukup berat terjadi pada bagian tembok pondasi pangkuan saluran irigasi dari Bendungan Raknamo ke Lokasi persawahan Koludoki satu dan wilayah Oeboboa.
Rusaknya bendung Koludoki yang baru dibangun di Desa Manusak, Kabupaten Kupang ini terjadi setelah proyek ini baru selesai dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana pada akhir bulan Desember 2018 lalu.(wr/nora)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *