Kejati NTT Mulai Lirik Dugaan Korupsi di Manajemen PDAM Kabupaten Kupang, Penyidik Mulai Periksa Saksi

Kupang,Obor-nusantara.com-
Manajemen PDAM Milik Kabupaten Kupang,dipanggil Jaksa penyidik dikejaksaan Tinggi NTT untuk diperiksa terkait adanya dugaan Korupsi dalam pengelolaan anggaran oleh manajemen PDAM Kabupaten Kupang tahun anggaran 2018.

Pemanggilan ini untuk meminta keterangan dari jajaran manajemen PDAM oleh Jaksa penyidik ini unruk Beberapa poin yang hendak diperiksa oleh 4 Jaksa penyidik, antara lain terkait Pelanggaran biaya Jasa Produksi, pelanggaran pembayaran gaji 13 dan mark up sambungan pipa diperumahan Avia Jaya dan perumahan SPC berlokasi di Alak Kota Kupang.

Panggilan tersebut tertera dalam surat panggilan jaksa tertanggal,Rabu,12 Juni 2019.Jajaran manajemen PDAM Yang dipanggil,diminta menghadap 4 jaksa penyidik dikejaksaan Tinggi NTT pada Jumat, 14 Juni 2019.

Informasi ini,diperoleh Obor-nusantara.com melalui pesan Whatsapp,Kamis,13/6/2019.

Surat panggilan tersebut ditandatangi oleh Asisten intelijen selaku Jaksa penyelidik yang mengatas namakan Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Dr. Febrie Ardiansyah, SH.MH.

Diberitakan sebelumnya,Akhirnya borok PDAM terkuak juga,saat inspeksi mendadak (Sidak),yang dilakukan Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe bersama Forkopimda Lingkup Kabupaten Kupang .

Sidak tersebut diikuti oleh Kapolres Kupang AKBP Indera Gunawan, S.Ik, Kajari Oelamasi Ali Sunhaji, SH, MH, Dandim 1604 Kupang Letkol Kav F.X. Aprilian Setyo Wicaksono, S.sos,pada Rabu,8/5/2019.

Kepala bagian di PDAM dimintai Jerry manafe untuk melaporkan hasil kerja dan data pelanggan,diserta berbagai persoalan yang terjadi dalam internal Perusahaan.

Kepala bagian keuangan Susi Dethan membeberkan jumlah pelanggan  ditahun 2018 sebanyak 23.400 dengan total pemasukan sebesar Rp.40.968.945.737.

Dethan berkilah,Arus kas fisik uang yang masuk ditahun 2018 sebesar Rp.40.968.945.737.Sedangkan laba  bersih hanya berjumlah Rp.5.599.061.975 .sementara biaya operasional dan pemeliharaan menembus angka Rp.35 Milyar ditahun 2018 dan 3 tahun sebelumnya.

Mendengar laporan itu,sontak Wabup bernada tinggi dan marah besar.Rombongan lainnya juga dibuat terpanah mendengarnya.Seakan akan mau mengatakan wouw, bisa sebesar itu biaya operasional dan perawatan??

“Dari tahun ke tahun biaya operasional begini besar?. Setiap tahun ko naik trus?.kemana ini uang-uang.penghasilan begini besar tapi kontribusi untuk PAD tidak ada.ambil laporan keuangan tahun 2017 dan 2018 “minta Manafe pada kabag keuangan.

Laporan Kabag pelayanan Ina Bubu  juga membuat Wabup tambah pusing.Pelanggan PDAM disebutnya terus berkurang setiap tahunnya.hingga keadaan saat ini menyisahkan 23.000 pelanggan.

Dari jumlah tersebut,10.000 pelanggan masuk dalam kategori penunggak.sehingga yang aktif diperkirakan hanya 13.000 pelanggan.

Belum lagi disebut bubu,tunggakan Pelanggan menembus angka fantastis Rp.29 Milyar.Rp.14 Milyar lebih malah masih ada ditangan ex pelanggan.

“Seharusnya ada 34.000 pelanggan .masalahnya mereka/pelanggan tidak bayar sehingga kita putuskan.sebagiannya lagi tidak diputuskan hingga saat ini.makanya sisa hanya 23.000″Terang Bubu.(kenzo)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara