Soal Tender di BWS-NT2 Kupang PIAR NTT Sebut, Penyidik Harusnya Sudah Bisa Masuk

Kupang, obor-nusantara.com-Aparat Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipisus) baik dari Kepolisian maupun Kejaksaan seharusnya sudah bisa melakukan Penyelidikan terhadap dugaan Korupsi di Kantor Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara (BWS-NT2) Pasca adanya indikasi permainan dalam proses tender di Kantor Tersebut baik oleh Pejabat maupun Pokja/Panitia Tender.
“Kasus dugaan korupsi itu bukan Delik aduan sehingga penyidik harus menunggu ada laporan baru memulai penyelidikan kasus, Karena bukan sebagai delik aduan maka jika sudah ada indikasi harusnya sudah mulai masuk” Kata Ketua Bidang Hukum, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PIAR NTT Paul Sinlaloe kepada media ini pada senin, 03/06/2019 di Kupang.
Dikatakan, Tindakakan Korupsi itu bukan delik aduan. Karenanya, jika ada keganjilan dalam proses tender yang berindikasi korupsi, maka harus diproses hukum.
“sebagaimana yang terjadi pada proses tender Proyek Rehabilitasi Bendung Haliwen dan Haigret di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh Pokja/panitia tender maka, idelanya Penyidik sudah mulai kerja. Jelas Calon Pengacara ini.


Sebelumnya diberitakan, Sejumlah Kontraktor Peserta Tender Proyek Rehabilitasi Bendung Haliwen di Kabupaten Belu. Nusa Tengga8ra Timur (NTT) menyangkan sikap Pokja ULP Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara (BWS-NT2) Kupang yang memenangkan Peserta tender nomor urut/rengking 9 dari 32 peserta tender dan 9 harga terkoreksi pada proyek tersebut.
Dari nilai pagu Proyek sebesar Rp 5 milyar Perusahaan yang dimenangkan yakni Pt. Syant Maju Karya nomor urut/rengking 9 penawaran tertinggi dari 9 perusahaan harga terkoreksi dengan nilai penawaran Rp. 4.539.957.974 mengalahkan 8 perushaan yang memiliki nilai penawaran terndah.
Proyek Rehabilitasi Bendung Haliwen di Kabupaten Belu, NTT tahun anggaran 2019 senilai Rp. 5 milyar yang proses tendernya ditangani oleh Pokja ULP Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 2 saat pengumuman tender hingga penutupan pada beberapa bulan lalu diikuti oleh sedikitnya 32 Penyedia jasa baik lokal maupun dari luar NTT.
Dari ke 32 peserta tender yang ikut mendaftar saat dilalukan evaluasi administrasi hanya 9 perusahaan/penyedia jasa yang mendapat kualifikasi baik untuk lolos ke babak berikut dengan harga terkoreksi sesuai nilai penawaran terendah dari nomor urut/rengking 1 hingga 9.(wr/nora).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *