Di RSUD Naibonat, Rp 13 M Dana BPJS Tahun 2018 Raib Termasuk Uang Diloket Juga Diembat Oknum Pegawai

Oelamasi,Obor-nusantara.com-
Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kupang,Kepala BPJS Oelamasi,Selvi Kadju Mengaku menyetor klaim BPJS Oleh Manajemen RSUD Sebesar Rp. 19 Milyar lebih tahun 2018.

Sementara pihak rumah sakit membantah menerima uang sebanyak itu.Kepala Tata Usaha RSUD Maher Ora mengaku hanya menerima uang sebesar Rp. 6 Milyar lebih.

Mendengar pernyataan kedua belah pihak tersebut,lantas membuat kaget wakil Bupati Kupang Jerry Manafe.Dengan nada tinggi Manafe bertanya.

“Siapa yang putar balek disini,Pihak RSUD Atau kalian BPJS”

Hal ini diungkap wabup ketika dilakukan pertemuan antara, Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe, Kepala dinas Kesehatan dr.Robert Amheka, kepala BPJS Kabupaten Kupang Selvie Kadju, Perwakilan RSUD Naibonat, Perwakilan RSUD Prof.W.Z Yohanes,dan LSM Unicef Di ruang pertemuan dinas Kesehatan Kabupaten Kupang Jum’at 14/06/19.

Menurut kepala BPJS Kabupaten Kupang Selvie Kadju,dana Klaim BPJS tahun 2018 yang sudah di bayarkan pihaknya Ke pihak Rumah sakit Naibonat kurang lebih mencapai 19 miliar lebih.

Uang yang dibayarkan antara lain, uang rawat jalan 4 miliar lebih dan uang rawat inap 14 miliar lebih.semua itu sudah dibayarkan kepada pihak RSUD Naibonat.

“Pada tahun anggaran 2018 kami dari pihak BPJS Kabupaten Kupang sudah membayarkan uang klaim Pasien BPJS kepada pihak rumah sakit baik itu berupa BPJS dan  Dan JK3 sebesar 19 miliar lebih” jelas Kadju.

Sementara direktur Rumah sakit umum daerah (RSUD) Naibonat melalui kepala tata usaha (KTU) Maher Ora membantah,sebab menurut Maher,data yang disampaikan oleh Kepala BPJS sangat bertentangan dengan dana yang diterima pihak RSUD Naibonat.

Menurut Maher Ora, dana klaim yang dibayarkan oleh pihak BPJS tidak sesuai dengan Laporan BPJS karena dana yang diterima hanya mencapai 6 miliar lebih.sehingga target pendapatan Rp.9 Milyar tidak dicapai oleh pihak RSUD.

“Data yang disajikan oleh ibu Selvie tidak mungkin benar karena sesuai dengan target capaian kami di tahun 2018 hanya 9 miliar kok bisa bayar sampai 19 miliar.kalau memang demikian pasti pendapatan kami meningkat bukan tidak mencapai target” tegas Maher.

Mendengar kedua penjelasan lembaga tersebut Wakil Bupati Jerry Manafe kaget dan marah.

“Yang putar balek siapa,kalau bukan BPJS maka pasti dari  RSUD yang putar balek.Uang yang dilaporkan oleh pihak Rumah Sakit kok, beda ya dengan  data yang disampaikan oleh Pihak BPJS.hanya dua kemungkinan kalau bukan BPJS yang putar balik maka pasti dari pihak RSUD yang putar balek” sebut Manafe.

Karena merasa curiga dengan sistem manajemen yang ada di rumah sakit maka Jerry meminta kepada pihak BPJS untuk mengantarkan semua data yang ada ke ruangannya pada senin yang akan datang.

” Saya minta Senin 17/ 06/19 ibu Kadju antar itu berkas ke ruangan saya ya. masa,uang sudah di bayarkan nilainya lain kok di laporkan lain oleh pihak rumah sakit ada apa ini” tanyanya dengan nada kesal.

Hal lain ditambahkan oleh kepala dinas kesehatan Robert Amaheka, menurut Robert tidak mungkin pihak BPJS salah menyampaikan data yang dimaksud. pasalnya sebelum melaporkan dan membayarkan klaim pihak BPJS memiliki data yang akurat sehingga apa yang disampaikan oleh kepala BPJS tidak mungkin keliru apalagi salah karena data yang di peroleh sudah pasti benar dan tidak mungkin salah.

Dia juga mengatakan jika disinyalir ada sejumlah tindakan dari Direktur RSUD yang dianggap tidak prosedural semisalnya mengambil uang langsung dari loket dan lain sebagainya. Menurut Amheka laporan sudah dia peroleh.

“Saya sudah dapat laporan jika pak Direktur sering ambil uang di loket secara langsung sebelum ada setoran. ini sangat rancu dengan prosedur yang berlaku, hati- hati”kata Amheka.(kenzo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *