Seratus Ribu Lebih Masyarakat Kabupaten Kupang Belum Terdaftar Sebagai Peserta BPJS

Oelamasi,Obor-nusantara.com-
Sekitar Seratus Ribu lebih warga Kabupaten Kupang  atau sekitar 75,71% masyarakat Kabupaten Kupang baru terdaftar dalam BPJS .Sementara 25% atau sekitar 100 Ribu lebih masyarakat di Kabupaten Kupang belum terdaftar sebagai peserta BPJS.

“Sekitar Seratus Ribu lebih warga Kabupaten Kupang tidak memiliki Jaminan Kesehatan dari BPJS.hal ini jelas sangat merugikan masyarakat,karena selama belum mendaftar masih dikategorikan sebagai pasien umum,” jelas Selvi.

Selvi berharap semua masyarakat Kab.Kupang dapat UHC atau semua dinyatakan terlindungi program BPJS.karena Data dari BPJS, dipropinsi NTT Sendiri ada beberapa Kabupaten yang semua warganya terdaftar sebagai peserta BPJS,Seperti Sabu, Alor,Lembata dan seluruh kabupaten di pulau Sumba.

Hal tersebut disampaikan Kadju saat mengikuti Rapat Tata Laksana Rujukan bersama Wakil Bupati Kupang Jerri Manafe dan beberapa instansi terkait, jumat (14 Juni 2019) bertempat di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kab. Kupang.

Sementara itu, Jerri Manafe saat membuka kegiatan mengatakan Perhatian dan pelayanan yang prima terhadap pasien saat sakit sangat penting,sehingga perlu sentuhan dan perawatan yang terbaik. Pasien yang dirujuk tentu kondisinya darurat dan memerlukan perawatan dan pelayanan khusus agar dapat tertolong.

Untuk itu tata laksana rujukan pasien mulai dari pemeriksaan awal, pemberian rujukan, pengiriman pasien rujukan hingga penanganan di rumah sakit rujukan harus dilakukan secara baik, teratur dan berkualitas,”

Rapat ini melibatkan stakeholder terkait diantaranya Dinas Kesehatan Kab. Kupang, BPJS, RSU Prof. Yohanes Kupang, RSUD. Naibonat, Unicef yang dihadiri langsung oleh Ka. BPJS Kab. Kupang Selvi Kadju, Kadis Kesehatan Kab. Kupang dr. Robert Amheka, Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Naibonat Maher Ora, Ka. Perbendaharaan RSU Prof. Yohanes Banda dan Pimpinan Unicef Astrid.

Lebih lanjut,Wabup Jerry Manafe berharap pelaksanaan rujukan harus dikerjakan dengan benar, jangan sampai masyarakat dirugikan hanya karena persoalan administrasi padahal kondisinya sudah dalam keadaan darurat.

Wabup juga berharap semua masyarakat Kab. Kupang dapat tercover Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS sehingga dalam proses perawatan saat sakit dapat terbantu.

Kepada penyelenggara kesehatan Wabup Jerry sangat berharap dapat memberikan pelayanan prima menolong pasien dengan hati yang tulus, sungguh dan bertanggung jawab.

Menutup pembicaraanya,Dirinya berpesan agar BPJS dapat melayani pasien bukan hanya soal pembiayaan tetapi juga mengawasi kualitas layanan Rumah Sakit rujukan agar benar-benar prima dalam menolong pasien tanpa memandang bulu. Kepada RS rujukan yang lalai menolong pasien, dirinya minta BPJS tidak segan memberikan tindakan tegas sebagai efek jera mengingat nyawa manusia yang dilayani sangat berharga.

Kadis kesehatan Kabupaten Kupang Robert Amheka menyatakan pentingnya masyarakat memiliki Jaminan Kesehatan Nasional yang diprogramkan Pemerintah sebagai bekal kesehatan masyarakat.

Ia berharap kedepan lewat alokasi anggaraan yang cukup dapat mengakomodir semua masyarakat Kab. Kupang tercover dalam jaminan Kesehatan.

Secara tegas dr. Robert berpesan agar Rumah Sakit rujukan dapat meningkatkan kualitas tata laksana rujukan dengan baik, puskesmas atau rumah sakit pemberi rujukan juga melakukan semua proses rujukan secara baik seperti pengendara ambulance menjalankan kendaraan sesuai protap, tidak asal ngebut, ada petugas kesehatan yang membantu masyarakat di Faskes rujukan serta memantau hingga terlayani dengan baik sesuai petunjuk Wakil Bupati.(Kenzo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *