Jerry Manafe Ingatkan Manajemen RSUD Naibonat “Hati-Hati Kelolah Keuangan 

Oelamasi,Obor-nusantara.com-
Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe mengingatkan manajemen rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Naibonat untuk berhati-hati mengelolah keuangan,Jika tidak mau berurusan dengan Hukum.

“Saat ini kejaksaan sudah mulai melirik banyak masalah di Kabupaten Kupang jadi saya harap jangan main-main dengan keuangan negara kalau tidak nanti kalian yang makan uang haram akan masuk semua ke rumah prodeo”. ungkapnya.

Karena saat ini,jaksa sudah memeriksa sejumlah lembaga pemerintah yang ada di NTT.bahkan di Kabupaten Kupang juga tidak luput dari incaran penegak hukum karena disinyalir menyalah gunakan keuangan negara.

Hal ini disampaikan Wabup Kupang,Ketika mengahadiri Rapat bersama jajaran Dinas Kesehatan setempat, Kepala BPJS kab.kupang,Pihak RSUD W. Z. Yohanes, LSM Unicef terkait tata laksana Rujukan Demi pelayanan kesehatan yang berkualitas,Dikantor Dinkes, Jumat, 14/6/2019.

Ungkapan ini merujuk pada penjelasan kepala BPJS Kabupaten Kupang Selvie Kadju,dana Klaim BPJS tahun 2018 yang sudah di bayarkan pihaknya Ke pihak Rumah sakit Naibonat kurang lebih mencapai 19 miliar lebih.

Uang- uang yang dibayarkan antara lain,uang rawat jalan 4 miliar lebih dan uang rawat inap 14 miliar lebih.semua itu sudah dibayarkan kepada pihak RSUD Naibonat.

“Pada tahun anggaran 2018 kami dari pihak BPJS Kabupaten Kupang sudah membayarkan uang klaim Pasien BPJS kepada pihak rumah sakit baik itu berupa BPJS dan  Dan JK3 sebesar 19 miliar lebih” jelas Kadju.

Sementara direktur Rumah sakit umum daerah (RSUD) Naibonat,melalui kepala tata usaha (KTU) Maher Ora membantah data yang disampaikan oleh Kepala BPJS.menurutnya sangat bertentangan dengan dana yang diterima pihak RSUD Naibonat.

Menurut Maher Ora, dana klaim yang dibayarkan oleh pihak BPJS tidak sesuai dengan Laporan BPJS karena dana yang diterima hanya mencapai 6 miliar lebih.sehingga target pendapatan Rp.9 Milyar tidak dicapai oleh pihak RSUD.

“Data yang disajikan oleh ibu Selvie tidak mungkin benar karena sesuai dengan target capaian kami di tahun 2018 hanya 9 miliar kok bisa bayar sampai 19 miliar.kalau memang demikian pasti pendapatan kami meningkat bukan tidak mencapai target” tegas Maher.

Hal lain ditambahkan kepala dinas kesehatan Robert Amheka.menurut Robert tidak mungkin pihak BPJS salah menyampaikan data yang dimaksud.

Pasalnya sebelum melaporkan dan membayarkan klaim pihak BPJS memiliki data yang akurat sehingga apa yang disampaikan oleh kepala BPJS tidak mungkin keliru apalagi salah karena data yang di peroleh sudah pasti benar dan tidak mungkin salah.

Dia juga mengatakan,disinyalir ada sejumlah tindakan dari Dirut RSUD yang dianggap tidak prosedural.Misalnya mengambil uang langsung dari loket dan lain sebagainya. Amheka mengaku sudah mendapat laporan

“Saya sudah dapat laporan jika pak Dirut sering ambil uang di loket secara langsung sebelum ada setoran. ini sangat rancu dengan prosedur yang berlaku, hati- hati”katanya(kenzo)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara