Merasa Tidak Tanda Tangan Dokumen Pinjaman, Nasabah Bank BPR Christa Jaya Lapor Polisi

Kupang, obor-nusantara.com-Tidak adanya tanda tangan lanjutan stelah Kreditnya diperpanjang oleh Manajeen Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Krista Jaya Perdana kepada salah satu Nasabahnya, BPR ini dilaporkan Nasabah ke Polisi dengan Tuduhan penggelapan dan Penipuan.
Selain itu, Bank ini juga Diduga gelapkan barang jaminan nasabah, Bank perkreditan rakyat ( BPR) Christa Jaya Perdana dipolisikan nasaba, MM (49), warga jakan Oekam, RT 007, RW 003, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa.
Bank BPR Christa Jaya dipoliskan oleh Pengacara Heri Batileo dan Rekan sebagai kuasa hukum Dari Nasaba MM ke Polda NTT.
Kepada wartawan di Kantor Hukum LBH Kupang, senin, (18/6) Heri Batileo, mengatakan, Bank BPR Christa Jaya Perdana dilaporkan ke polisi karena diduga mengelapkan sejumlah barang jaminan milik nasaba tersebut.
Laporan LBH Herry Batileo ke Polda NTT setelah nasabah MM merasa dirugikan ole Bank BPR Christa Jaya, karena melalui surat pemberitahuan bulan maret 2019 lalu ke nasabah MM bahwa yang bersangkutan memiliki utang sebanyak Rp 224.000,000 di Bank Krista Jaya oleh Almarhum Welem Dethan.
Dalam surat pemberitahuan itu, Bank BPR Christa Jaya menyatakan bahwa nasabah MM, selaku ahli waris dari suaminya, Welem Dethan (Almahrum) memilki tunggakan saldo kredit sebesar 224 juta di Bank Christa Jaya.
Sementara MM merasa bahwa tidak memiliki utang di Bank karena segala utang pi utang antara Bank Christa Jaya dan dirinya tidak diketahui.
Heri Batilleo menjelaskan, sebagaimana surat yang disampaikan tersebut nasabah mendatangi kantor Bank BPR dan diketahui ternyata pihak BANK telah secara sepihak dan tanpa sepengetahuan dirinya selaku istri syah dari suaminya, Wellem Dethan, mendroping pinjaman ke Wellem Dethan sebanyak Rp 110 juta dan pinjaman sebesar Rp 200 juta pada tahun tahun 2017 dan ditemukan juga fakta bahwa pinjaman tersebut tidak melaui perjanjian kredit.
Oleh karena itu, sebagai alih waris merasa dirugikan dengan tindakan yang dilakukan Bank BPR Christa Jaya tersebut dengan tidak mengembalikan dua sertifikat tanah seluas 488 meter persegi di kelurahan Sikumana dan sebidang tanah bangunan SHM seluas 334 meter persegi yang menjadi jaminan sebelum Almarhum meninggal.
Heri Batilleo menjelaskan, atas kerugian tersebut dirinya selaku kuasa hukum telah melaporkan kasu ini ke Polda NTT dengan nomor LP/B/184/V/Res.1.11/2019/SPKT, pada 22 Mei lalu.
Bank Christa Jaya, kata Heri Batilleo, disanggkakan melanggar hukum, pasal 372 KUHP dengan delik aduan penggelapan dan pasal 378 KUH dengan delik penipuan.
“kami telah melaporkan kasus ini ke Polda NTT dan kita berharap Penyidik bisa cepat menyelesaikan masalah ini” katanya.


Sementara itu Manager BPR Krista Jaya Kupang Wilson Lyanto mengatakan, sebagai Warga Negara yang baik dan Patuh kepada Hukum, Pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses ini Kepada pihak Berwajib.
“kita serahkan saja kepada Polisi untuk diproses sesuai Hukum yang berlaku”. Ujar Wilson.
Dikatakan, dari dokumen yang ada di Bank Krista Jaya, Nasabah Atas Nama Almarhum suami dari Pelapor MM senua administrasi ditanda tangani oleh Almarhum maupun Isteri Almarhum MM. (wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara