Tahun Ini Pemkab Kupang Bangun 1.625 Rumah Program BSPS

Oelamasi,Obor-nusantara.com
Dalam bulan Juli Tahun ini, 1.625 Rumah  Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya,Siap di Bangun Di 24 Kecamatan di Kabupaten Kupang.

Penyebarannya bantuan tersebut tersebar di 65 Desa Kelurahan.saat ini,Dinas Perumahan Rakyat Kabupaten Kupang sedang melakukan Sosialisasi dan verifikasi diseluruh Desa Penerima Program BSPS.

Kadis menyebut, Program BSPS Kali ini berbeda dengan program serupa ditahun sebelumnya.Besarnya anggaran perumahan naik menjadi Rp. 17.500.000.sementara mekanisme Alokasi Anggaran tidak dikelola oleh pemerintah,melainkan langsung ditransfer ke Rekening penerima.sehingga penerima bersama fasilitator wajib membuat rincian kebutuhan material sesui kebutuhan penerima.

“Program BSPS tahun ini, Tanggal 21 Juli, Termin pertama harus sudah ada dalam rekening penerima.dikabupaten Kupang sendiri ada 1.625 Penerima yang tersebar di 65 Desa/Kelurahan.Kita jumlah penerima terbesar di NTT. untuk Besaran bantuan sekarang sudah naik jadi Rp.17.500.000”

Hal ini disampaikan kepala Dinas Perumahan Kabupaten Kupang Carles Banamtuan kepada Obor-nusantara.com diruang kerjanya, Kamis, 20 Juni 2019.

Mekanisme penentuan calon penerima bantuan,terang Banamtuan menjadi kewenangan Kepala Desa.dimana kepala Desa mendata masyarakat miskin yang memenuhi kriteria,yang Selanjutnya diusulkan ke Dinas Perumahan kabupaten untuk diverifikasi.

Selanjutnya calon penerima yang diusulkan Kades, diverifikasi oleh tim fasilitator.apabila sudah diverifikasi maka Pemerintah propinsi akan menetapkan dalam Surat Keputusan penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya.

Menurut Banamtuan, Tim verifikator yang berwenang melakukan verifikasi sesuai dengan juklak dan juknis.merujuk pada syarat penerima BSPS diantaranya masyarakat tergolong miskin,Pendapatan perbulan dibawah UMR Propinsi,Kondisi rumah tidak layak Huni,Memiliki lahan sendiri dan tidak dalam sengketa.

Jika calon penerima yang diusulkan tidak memenuhi kriteria maka diminta kepada kepala desa untuk menggantikannya dengan masyarakat miskin lain,yang berhak menerima.(Kenzo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *