PIAR NTT Desak Aparat Hukum Periksa Proyek Bendung Koludoki

Kupang, obor-nusantara.com-Aparat Hukum diminta segera melalukan pemeruksaan terhadap hasil pekerjaan Pembanguna Bendung Koludoki dan dan Jaringan irigasi Raknamo Tahun 2018 senilai Rp 30 milyar lebih yang kini sudah mulai rusak setelah selesai dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana pada bulan Desember 2018.


Kerusakan sejumlah item Pekerjaan Bendung Koludoki dan Jaringan irigasi Raknamo yang baru selesai dibangun 6 bulan lalu ini mendapat tanggapan serius dari PIAR Nusa Tenggara Timur.


Ketua Bidang Advokasi Hukum PIAR NTT Paul Sinlaloe kepada media ini pada Senin, 24/06/2019 mengatakan, sebagai bagunan fisik yang didanai oleh APBN dan ditangani Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 2 (BWS-NT2) Kupang merupakan salah satu Proyek Nawa Cita Presiden Jokowi maka harus ditangani dengan baik.
Karena itu jika dalam pelaksanaan terjadi kerusakan seperti ini maka aparat Hukum Sudah berkewajiban untuk melakukan pemeriksaan terhadap fisik banguan tersebut.
“inikan program Nawa Cita Presiden Jokowi untuk kepentingan pertanian di NTT khususnya di Kabupaten Kupang jafi harus di tangani dengan baik, karena itu kalau sudah rusak maka wajib hukumnya dilakukan pemeriksaan (penyelidikan).” katanya.
Menurutnya, Aparat Hukum Baik Kepolisian dan Kejaksaan sangat berwewang untuk menyelidiki masalah kerusakan bendung Koludoki mengingat Kasus Korupsi bukanlah merupakan DELIK ADUAN yang membutuhkan laporan resmi.

“korupsi itu bukan delik aduan jadi dengar informasi saja harusnya sudah bisa lakukan penyelidikan.” ujar Paul.
Sebelumnya diberitakan,
Bendung Koludoki dua di Desa Manusak, Kecamatan Kupang tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang baru selesai dibangun oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 2 (BWS-NT2) Kupang pada Desemeber  2018 lalu, atau sekitar 5 Bulan lalu, kini sudah mulai rusak.
Kerusakan terjadi pada bagian sisi kiri dan kanan Bendung dengan tingkat kerusakan yang cukup berat terjadi pada bagian tembok pondasi pangkuan saluran irigasi dari Bendungan Raknamo ke Lokasi persawahan Koludoki satu dan wilayah Oeboboa.
Rusaknya bendung Koludoki yang baru dibangun di Desa Manusak, Kabupaten Kupang ini terjadi setelah proyek ini baru selesai dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana pada akhir bulan Desember 2018 lalu.(wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara