Terkendala Laporan Daftar Hadir, Pemprov NTT Belum Bisa Bayar Tunjangan Kesra Guru SMU Sederajat

Kupang, obor-nusantara.com-Hingga akhir Bulan Juni 2019 ini Seluruh Kabupaten dan Kota se-Nusa Tenggara Timur (NTT) belum memasukan laporan Daftar absensi kehadiran dan daftar Gaji seluruh Guru SMU Sederajat ke Badan Keuangan Sekretariat Daerah NTT sebagai syarat utama bagi Pemerintah Provinsi NTT untuk mrmbayarkan Tunjangan Kesejahteraan (Kesra) Kepada seluruh Guru SMU sederajat  Tahun 2019.
Sejak peralihan status pengelolaan SMU Sederajat termasuk para guru oleh Pemerintah Pusat ke Pemerintah Provinsi, anggaran untuk kesejahteraan para guru diseluruh Sekolah telah dialokasikan oleh Pemerintah Provinsi NTT dalam Anggaran Pendatapan dan Belanja Daerah (APBD) Satu termasuk dana operasional sekolah lainnya.
Pembayaran Kesra Guru ini dilakukan setelah seluruh Dinas Pendidikan di Kabupaten dan Kota telah menyerahkan daftar absensi kehadiran dan daftar gaji para Guru ke Pemprov NTT.
Karena sebagai syarat utama untuk pembayaran Kesra Guru maka, kedua syarat ini harus menjadi perhatian Para Kepala dinas untuk secepatnya dikirimkan ke Badan Keuangan Daerah Sebagai pengelola anggaran.
“kita sudah mintakan dua syarat ini ke Kabupaten/ Kota tetapi sampai saat ini belum Satupun yang mengirimkan data ini ke kita”. Ujar Kepala Badan (Kaban) Keuangan Daerah Provinsi NTT Zakarias Moruk saat ditemui di Ruang kerjanya pada senin (24/06/2019) di Kupang.
Dikatakan, besaran Kesra Untuk Guru SMU Sederajat diberikan kepada Guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan besaran Kesra yang berbeda.
“untuk Guru PNS (ASN) biasa, diberikan Kesra Rp. 750.000/bulan, Kepala Sekolah Rp 1000.000/bulan dan Kesra untuk Pengawas sebesar Rp 1.100.000/bulan”. Katanya.
Menurutnya, pembayaran Kesra Guru ini dilakukan jika seluruh data dari Kabupaten dan kota telah disampaikan ke Dinas Pendidikan Provinsi dan sudah dinayatakan lengkap maka akan dibayarkan seluruhnya atau dalam bentuk rapelan.
“pokokonya kalau data semua sudah ada kita langsung bayar semuanya dalam Bentuk rapelan untuk tunggakan berapa Bulan yang belum di bayatkan Pemerintah.” jelas mantan Karo Umum Setda NTT ini.
Hingga saat ini pemerintah Provinsi NTT masih berutang sekitar 6 bulan kesra ke seluruh guru d NTT dengan Jumlah 8 ribu lebih guru yang ada di NTT. (wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara