Hendak Dikonfirmasi Kasus Dugaan Korupsi, Ka Balai BWS NT-2 Kupang Hindari Wartawan

Kupang, obor-nusantara.com-Mencuatnya sejumlah kasus Dugaan Korupsi yang terjadi di Lingkungan Kerja Kantor Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 2 (BWS NT-2) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga kini belum mendapat penjelasan langsung dari Kepala Balai.
Kepala BWS NT-2 Kupang Agus Sosiawan yang telah membuat janji selama 3 hari dalam 3 minggu selama Bulan Juni (17) 2019 hingga Juli (02) 2019 tidak dapat ditemui meski berada di Kota Kupang namun selalu menghindari Wartawan dengan berbagai Alasan yang tidak jelas.
Bahkan Kepala Balai yang telah meniti karier dari Pengawas, PPK hingga Kasatker dan kini menjabat sebagai Kepala Balai Sungai ini telah Membuat janji melalui Kepala Tata Usaha, tetapi “Janji tinggal Janji” sang kepala terus menghindar.


Upaya Ka Balai Sungai untuk menghindari wartawan ini patut dipertanyakan, mengingat sebagai penanggung jawab di Instansi tersebut harus bisa memberikan klarifikasi terkait adanya dugaan kasus korupsi seperti, Kasus Dugaan Korupsi Pekerjaan Pembangunan Bendung Koludoki Dan Jaringan Irigasi Raknamo di Kabupaten Kupang, Proses Pengadaan Barang dan Jasa pada paket Proyek Rehabilitasi Bendung Haigret dan Bendung Haliwen di Atambua serta kasus penggunaan Material Galian C yang tanpa Ijin alias Ilegal pada proyek pembangunan Bendungan Napun Gete di Sikka.
“harus dipertanyakan ada apa sampai Kepala Balai Sungai tidak mau menemui wartawan dengan berbagai alasan ini harus dipertanyakan”. Ujar kepala Bidang Advokasi PIAR NTT Paul Sinlaloe, SH saat diminta tanggapannya soal Adanya upaya Kepala Balai Sungai untuk selalu menghindari wartawan pada selasa, 02/07/2019 di Kupang.
Dikatakan, apapun alasan kepala Balai tidak bisa mengabaikan informasi kepada masyarakat karena, berbagai kasus ini telah tersebar luas ke masyarakat melalui media massa.
“semuanya sudah terekspose lewat media massa dan harus diklarifikasi”. Katanya.
Sementara itu Kepala Tata Usaha Balai Wilayah Sungai NT-2 Kupang Kris Lake yang dihubungi pada senin, 01/07/2019 mengaku, sedang berada diluar dan bulum mendapat informasi pasti kapan Kepala Balai berada di Kupang.


“saya ada dengan tamu, saat ini belum tau kepastian Kepala Balai ada di Kupang/ Kantor”. Jawabnya.
Untuk diketahui, Lembaga Swadaya Masyaarkat (LSM) yang bergerak dibidang advokasi PIAR NTT Siap membawa kasus-kasus Korupsi yang belum terselesaikan oleh Penyidik (jaksa dan Polisi) di NTT termasuk Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Jaringan Irigasi Raknamo dan Bendung Koludoki 2 serta Proses tender Rehabilitasi Bendung Haigret dan Bendung Haliwen di Atambua ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diproses hukum lebih lanjut.
“Kiata saat ini sedang mengumpulkan data terkait sejumlah kasus dugaan Korupsi yang sementara di tangani dan sedang dalam proses penyelidikan dan yang belum tertangani aparat Hukum untuk bawa ke KPK. Kasus-Kasus dugaan korupai itu diantaranya, Dana Bansos NTT, Monumen Pancasila, Rentetan Pekerjaan lokasi Pameran NTT Fair, Pembangunan Jaringan Irigasi Rakmano dan Pembangunan Bendung Koludoki di Kabupaten Kupang oleh Balai Sungai”. Jelas Direktris PIAR NTT, Sarah Lery Mboeik di Kupang pada jumat, 28/06/2019.
Menurutnya, masih banyak kasus dugaan Korupsi yang belum tuntas dikerjakan oleh aparat penegak hukum di NTT baik itu dari Kejaksaan maupun Kepolisian.(wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara