Tinggal di Gubuk Reot,Janda Dan Duda Disabilitas Tidak dapat Bantuan Pemerintah

Oelamasi,Obor-nusantara.com-
Ribuan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2019 di Kabupaten Kupang dinilai tebang pilih.Janda 65 tahun dengan kondisi Rumah daun berlantai tanah ukuran 2X3 M tidak diakomodir menerima bantuan itu.

Sebab janda 65 tahun yang berdomisili di Desa Oebelo,Kecamatan Kupang Tengah,Antoneta Mamo dianggap Pemerintah Desa dan fasilitator bantuan,tidak mampu swadaya meskipun memenuhi syarat menerima bantuan rumah dari Pemerintah.

“Beta punya rumah begini kk, tapi pemerintah bilang beta sonde mampu swadaya jadi beta sonde dapat”Ujar Mama Neta,8/7/2019.

Bukan hanya itu, puluhan warga yang tinggal dirumah daun berlantai tanah ukuran 2X3 M di Dusun III Desa Oebelo, juga tidak mendapatkan bantuan perumahan layak huni.

“Beta nama Herman tenis, tinggal disini dari tahun 2008.beta punya anak 3 orang.Rumah disebelah itu bapak Herman Selan punya .Yang didepan itu rumah Godlif tenis dan Yang itu rumah Yakobus Poli.Kami warga Rt 09 Rw 05 Dusun 3 Desa Oebelo.Ketong semua sonde dapat kk, karena petugas bilang kami tidak punya tanah. Padahal pemilik tanah sudah ijinkan kami untuk bangun”tukas Herman Tenis dan warga lain yang ditemui media ini digubuk mereka.

Selain itu, Ibu mery Bentura yang sudah berstatus janda menuturkan hal yang sama. Dirinya menyebut kalau Kepala Desa Pilih kasih soal bantuan rumah.

“Disini ada beberapa janda yang sonde terima juga kk.Beta,mama Antoneta Mamo umur 67 tinggal dirumah ukuran 2X2 M. Oma Sofia Kiki Lani,umur 75 Tahun.mama Agustina kiki menda, umur 65 Tahun.Tapi kami semua sonde dapat. Warga lain yang masih muda malah dapat”Ungkap Ibu Bentura.

Malahan, sebut Bentura bapak Mias Henuk warga dusun 3,duda yang kakinya pincang juga tidak dapat bantuan rumah.

Kepala Desa Oebelo,Paulus Daud yang ditemui media ini dikantor Desa,mengaku mereka tidak dapat karena tidak bisa swadaya.karena menurutnya bantuan BSPS warga harus bisa swadaya.sedangkan untuk warga seperti bapak Herman Tenis,Ia menyebutkan bahwa mereka tidak punya lahan, sebagai syarat penerima bantuan.

Informasi lain yang diperoleh media ini, malah ada warga Dusun IV Desa Oebelo yang tidak punya lahan malah namanya masuk sebagai penerima bantuan.

Di kelurahan merdeka Kecamatan Kupang Timur juga mengalami hal yang sama.Martinus Woda masih bertahan tinggal di rumah reot dalan kondisi miring.Sudah bertahun-tahun tapi sama saja, tidak ada bantuan perumahan dari pemerintah kabupaten Kupang.

“Dari kelurahan datang foto terus.bilang mau dapat bantuan rumah, tapi sampai sekarang juga saya tidak dapat.saya liat yang lain dapat”Kata Tinus bersama istrinya yang ditemui media ini dikediamannya. (kenzo)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara