Jaksa Kantongi Bukti Korupsi Pasar Lili,  dipastikan Minggu Depan Tetapkan Tersangka

Oelamasi,Obor-nusantara.com-
Kasus dugaan korupsi proyek pasar lili, dikecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang,Jaksa akui sudah mengantongi sejumlah bukti adanya tindak pidana korupsi.

“Dalam pembangunan gedung pasar Lili, kita sekarang sambil Merampungkan berkas kita juga menunggu hasil audit tim teknis dari Politeknik Negeri Kupang.Dengan estimasi waktu komunikasi terakhir kami dengan tim ahli Poltek, diperkirakan paling lambat minggu depan kami ekspose untuk tetapkan tersangka”Ujar Noven Bulan Kasipidsus Kejaksaan Negeri Oelamasi diruang kerjanya, Selasa, 23/7/2019.

Ketika ditanya Obor-nusantara.com,terkait kegiatan pekerjaan yang terus dikerjakan kontraktor,Noven menyebut kita tetap berpatokan pada hasil yang diukur tim ahli ketika jaksa penyidik bersama tim ahli dilapangan.

“Kita sudah kantongi bukti dan dokumen-dokumen, mulai dari laporan pencairan 75 persen per tanggal 27 Desember,walaupun dokumentasi yang kita pegang,saat itu masih 43 persen progres fisik.Dokumentasi kegiatan pekerjaan dari 0 Persen sampai akhir,kita pegang semua,juga bukti laporan Konsultan Pengawas”ungkapnya.

Selain itu,jaksa penyidik juga menemukan bukti adanya mark up,dimana ada sejumlah item pekerjaan yang tidak sesuai dengan RAB,namun PPK membayar sesuai yang tertera dalam RAB pada proyek pembangunan pasar Lili Tahun anggaran 2018.

“Kita sudah pegang bukti ada beberapa item pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi dalam RAB.Yang jelas ada mark up”tambah Noven.

Untuk diketahui,Pembangunan Pasar Lili di Kelurahan Camplong I Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang Propinsi NTT,yang dikerjakan oleh PT. Citra Timor Mandiri dengan nilai kontrak sebesar Rp 5. 553.106. 511, 39 di tahun 2018.

Proyek pembangunan pasar tersebut seharusnya rampung sesuai habis masa kalender kerja  120 hari sejak agustus hingga 28 Desember 2018 dengan kontrak kerja Nomor 510/141/2018/TP.

Karena belum selesai PPK beri toleransi waktu 90 hari hingga 25 Maret 2019.namun tambahan waktu 90 hari juga belum rampung.PPK malah tidaK PHK kontraktor dan masih Baik hati ambil kebijakan agar kontraktor menyelesaikan pekerjaan.(kenzo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *