Cleaning Servis Singkirkan Tenaga Medis yang Disekolahkan Pemda dari SK Kontrak Bupati Kupang

Oelamasi,Obor-nusantara.com-
Diakhir bulan Juli tahun 2019, khirnya SK kontrak Bupati Kupang diterbitkan,untuk tenaga medis yang selama ini mengabdi di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kupang.

Penantian yang tak pasti selama 7 bulan para tenaga medis akhirnya terjawab.252 Tenaga Kontrak menerima SK menjadi tenaga kontrak daerah walaupun sekitar 25 persen muncul wajah baru.

45 Tenaga medis yang sebagian besar sudah mengabdi bertahun tahun,akhirnya pupus harapan.

Hingga tangis haru mereka menghiasi aula RSUD,saat mereka mendengar pengumuman SK yang dibacakan Kepala Bagian Kepegawaian,Senin,29 Juli 2019.

Sontak mereka terdiam dengan mata yang berkaca-kaca,sembari mengatakan keluh mereka kepada Kepala Tata Usaha, Maher Ora yang didampingi Kepala bagian Kepegawaian.

“Sudah 7 bulan kami bekerja,kami mau makan apa Pak??? Tiba-tiba nama kami tidak ada. Salah kami apa! “Ucap Erni Bonsele yang selama 3 tahun bertugas diruang rawat inap.

Erni mengaku dia memiliki administrasi yang lengkap termasuk STR.Bahkan Dia tidak tau salahnya apa sehingga ia bersama rekan-rekannya tidak diakomodir lagi dalam SK kontrak tahun ini.

“Salah kami apa,Kalau mau evaluasi kinerja silahkan.Kami selalu hadir dan kerja profesional.Malah ada teman yang masuk senin kamis namanya ada dalam SK”Ujar erna sambil menitikan air mata.

Sakit hati Erni dan teman-teman bertambah saat dirinya menyampaikan ada teman yang masuk kerja senin kamis tapi mereka terima undangan.Ada teman-teman sarjana keperawatan yang tidak ada STR masuk dalam SK kontrak.

“Saya sakit hati.Apakah Kami didiamkan begini saja kah atau masa depan kami mau bagaimana”Ucapnya menahan sedih.

Wartawan dibuat terpanah atas ucapan Kejanggalan dari Erni yang diamini rekannya,dimana ada nama seorang cleaning service yang notabene pihak ketiga masuk dalam SK.

Sedangkan Paulus Lakapu yang disekolahkan oleh Pemda Kabupaten Kupang,tapi namanya tidak masuk dalam SK kontrak.

Paulus Lakapu berkata selama ini dirinya bertugas diruang Operasi.Ia pun heran dengan SK kontrak Kali ini.

“Bagaimana orang-orang yang sudah terlatih dan sekian tahun mengabdi tapi dikeluarkan”Tanya Lakapu.

Ungkapan serupa dilontarkan Rosdiana yang selama 9 tahun bekerja dibagian Loundri.Ia menanyakan selama 7 bulan mereka bekerja apakah kerja pordeo alias tidak dibayar.Ucapan Ros dilanjutkan Debora Efriana Tallas yang sudah menjadi tenaga kontrak selama 5 tahun,tapi tahun ini namanya tidak ada dalam SK.

“Kami minta kebijakan pak Bupati dan Wakil Bupati Kupang dengan nasib kami”tukas mereka. (kenzo)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara