Warga Fatuleu Raup Keuntungan Melalui Penjualan Pangan Lokal Dan Tenun Ikat Dari Para Hasher

Oelamasi,Obor-nusantara.com-Meski masih Minus sarana penunjang seperti penginapan,Warga yang bermukim disekitar lokasi Wisata Gunung Fatuleu di Kabupaten Kupang, membawa keuntungan bagi warga  Fatuleu Tengah dan Kupang barat.warga  berhasil meraih keuntungan Rp.400 Juta dari hasil penjualan pangan lokal dan Tenun ikat.

Keuntungan ini berkat pelaksanaan kegiatan Pan Info Hash selama dua hari, yang berpusat di tempat wisata Gunung Fatuleu, Kecamatan Fatuleu Tengah dan Pantai Alamanda Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat.

Perputaran uang yang diperoleh,diluar penginapan bagi para hasher.Mengingat di Kabupaten Kupang belum ada penginapan yang mendukung sebagai tempat nginap para hasher.Sehingga mereka harus nginap dibeberapa hotel di kota Kupang.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang, Piter Sabaneno, Sabtu (03/08/2019) di objek wisata Pantai Alamanda, Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang – NTT.

Disampaikannya, dua hari pelaksanaan Pan Indo Hash di Kabupaten Kupang, masyarakat berhasil raup untung hingga empat ratus juta lebih.

Diantaranya,kegiatan hari pertama di gunung fatuleu, total income mecapai seratus delapan puluh tiga juta rupiah. Sementara di pantai alamanda mencapai dua ratus dua puluh satu juta rupiah lebih.

“Pelaksanaan Pan Indo Hash dua hari, dari total 27 stan, total uang yang beredar capai 400 juta lebih, kami bersyukur karena dua destinasi ini sudah memberi sumbangsih bagi ekonomi masyarakat,khususnya dari kuliner pangan lokal dan tenun ikat”Ungkapnya.

Diakui kadis, Sajian makanan lokal berupa jagung rebus, ubi rebus, pisang rebus dan kacang paling digemari oleh peserta Pan Indo Hash.Di samping itu, tenut ikat pun banyak diminati tamu terutama selendang.

Keuntungan secara ekonomi bagi masyarakat katanya, mulai membuka mata dinas pariwisata untuk mulai menyiapkan sarana prasarana pariwisata seperti penginapan atau home stay, kebersihan destinasi pariwisata serta kamar mandi pun mesti disediakan.

“Beberapa destinasi pariwisata di Kabupaten Kupang mulai memyumbang pendapatan bagi masyarakat. Karena itu, fasilitasnya perlu ditingkatkan melalui intervensi APBD Kabupaten Kupang”Harap Sabneno.

Geliat pariwisata ini sejalan dengan program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kupang terkait revolusi 5P (pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan pariwisata).

Beberapa destinasi yang sudah dikaji tim pariwisata menjadi terget intervensi APBD yakni gunung fatuleu, pantai liman, waduk raknamo, air terjun oenesu dan pantai sulamanda.

Beberapa destinasi pariwisata itu, terbukti menjadi daya tarik yang mendatangkan banyak tamu lokal selama ini.(kenzo)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara