Wabup Kupang Temukan 3 Gedung Puskesmas Mangkrak di Amfoang

Oelamasi,Obor-nusantara.com-
Proyek Gedung Puskesmas dibeberapa kecamatan di Amfoang Ditemukan bangunan dalam kondisi mangkrak. Bangunan Puskesmas ini dibangun  Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang Propinsi NTT selama 2 Tahun anggaran yakni tahun anggaran 2017 dan 2018.

Tiga bangunan mangkrak tersebut ditemukan Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe Bersama beberapa pimpinan OPD saat menyisir 4 Kecamatan di Amfoang untuk mengikuti  penutupan TMMD di Oepoli pada Kamis, 8/8/2019.

Ke 3 proyek itu masing-masing, Proyek pembangunan puskesmas tahun 2017 mangkrak di Amfoang Timur. Gedung yang tidak jauh dari kantor camat itu dalam kondisi pintu jendela belum terpasang dan beberapa bagian belum diselesaikan pekerjaannya.

Kondisi yang sama terjadi pada proyek Dinkes tahun 2017 juga ada di Puskesmas Naikliu.Hal ini dikatakan Kepala Puskesmas Naikliu saat tatap muka dengan Wabup di Aula Kantor Camat setempat.

Informasi yang diperoleh media ini, 2 gedung tersebut tidak diselesaikan Kontraktor karena tidak dibayar sepersen pun oleh PPK.Diduga proyek yang bersumber dari dana Dak Afirmasi tahun 2017 dipaksakan lelang walaupun sudah melampaui masa lelang.

Sementara di Soliu Kecamatan Amfoang Barat Laut,Proyek Puskesmas tahun 2018 terlihat  belum kelar alias mangkrak dengan kondisi bangunan belum plester,lantai juga belum,Pintu jendela juga belum dipasang.pekerjaan sekitar 50 persen.Material proyek berantakan disekitar bangunan.

Padahal, untuk pembangunan gedung baru, beberapa ruang rawat jalan terpaksa dirobohkan sehingga praktis pelayanan di puskesmas soliu hanya mengandalkan beberapa ruang rawat inap sekaligus sebagai kantor.

Pembangunan Puskesmas Soliu menggunakan sumber dana DAK Afirmasi Dinas Kesehatan tahun anggaran 2018 senilai 2,6 milliar dengan waktu pekerjaan 155 hari kalender.

Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe, di soliu mengatakan bahwa semua ini akibat kurangnya pengawasan baik oleh dinas juga oleh konsultan pengawas. Ini sangat mungkin lantaran lokasi pekerjaan sangat jauh dari kota.

“Saya akan minta ke kejaksaan tinggi audit investigasi, tau sejauh mana pekerjaan. Inspektorat juga cek keberadaan sumber dana apakah di Dinas Kesehatan atau dimana,”Ujarnya.

Wabup Kupang mengatakan, hari senin 12 Agustus 2019, akan memanggil Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dr. Robert Amheka untuk melacak keberadaan Kontraktor Pelaksana PT.Prima Anugerah Senantiasa.

Selain gedung puskesmas yang mangkrak, Wabup Kupang juga menemukan fakta lain yaitu 1 buah sumur gali dengan  jumlah dana 50 juta rupiah tidak selesai dikerjakan, mobil ambulance juga tidak diberikan oleh dinas.(kenzo)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara