Diduga Ada Titipan Pejabat Tinggi Balai, Tender Proyek APBN Di Ruas Oepoli Kupang 4x Batal

Kupang, obor-nusantara.com-Proses tender pekerjaan pembangunan jalan sabuk merah wilayah barat di jalur Oepoli, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga ada titipan dari Pejabat Tinggi Didalam lingkungan kerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang sehingga proses tendernya harus dibatal dan diulang tender hingga 4 kali oleh Panitia Lelang (Pokja) BPJN X Kupang.
Indikasi adanya intervensi Peabat Tinggi dalam proses tender pada Proyek Pembangunan Jalan Sabuk Merah wilayah Barat di Ruas Oepoli Kabupaten Kupang ini terkuak setelah proses tender proyek tersebut tanpa alasan yang jelas Panitia Tebder (Pikja) membatalkan proses tender dari perrama hingga tender ke 3.
Informasi yang dihimpun media ini dari sejumlah sumber di Kantor BPJN X Kupang pada Kamis, (15/08/2019) menyebutkan saat ini proses tebder proyek itu sudah dilakukan hingga 4 kali.
Bahkan menurut sumber ini, sesuai jadwal yang dikeluarkan Panitia tender, jadwal pembuktian Isi dokumen penawaran yang dimasukan oleh peserta tender namun tanpa informasi yang jelas kembali ditunda oleh panitia.
“jadwal kemarin atau hari ini (rabu, Kamis red) ada pembuktian dokumen tetapi tidak ada lagi, tidak tau apa alasan panitia”. Ujar sumber yang enggan untuk disebutkan namanya itu.
Menurut sumber itu, proyek yang bersumber dari dana Surat Berharga Syariat Negara (SBSN) 2019 senilai lebih dari Rp 23 milyar itu dialokasikan pemerintah Pusat untuk lanjutan pekerjaan pembangunan jalan sabuk merah wilayah barat yang mengalami penundaan proses tender akibat mendapat bintang dari Kementerian Keuangan dan baru bisa diproses tender setelah Kementerian Keuangan membuka tanda bintang.
“dana itukan dari dana SBSN yang baru dibuka bintang sehingga jika tidak segera diproses tender maka dipastikan akan terlambat pelaksanaannya dilapangan”. Kata sumber itu.
Dikatakan, saat ini telah memasuki bulan agustus dengan jangka waktu pelaksanaan tinggal beberapa bulan, sehingga harus kegiatan dapat dioercepat melalui proses tender.
“ini sudah bulan Agustus, artinya kalau sudah ada pemenang maka dia (kontraktor) maksimal kerja pada bulan september dengan asumsi waktu pelaksanaan hanya 3 bulan”. Papar dia.
Karena itu diharapkan hendaknya pejabat Balai (Kepala Balai) dapat mengambil sikap soal proses tender ini sehingga apa yang menjadi program pemerintak pusat dapat terlaksana.
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang yang dihubungi melalui Humas Balai tidak merespon WA (WhatsApp) yang dikirim, bahkan nomor WA yang dikirim untuk meminta klarifikasi diblokir tanpa alasan yang Jelas.
Selain itu, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Wilayah Satu dan PPK yang menangani ruas jalan teresebutpun tidak berhasil di konfirmasi media ini.(wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara