Proyek IPAL 2017 Di Puskesmas Lelogama Hanya Jadi Pajangan

oleh

Oelamasi,Obor-nusantara.com
Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) merupakan alat yang sangat penting dalam pengelolaan air limbah yang dihasilkan rumah sakit atau puskesmas terhadap potensi pencemaran lingkungan yang sangat tinggi.

Karena limbah medis mengandung senyawa organik yang cukup tinggi serta senyawa kimia mikro organisme patogen.

Namun ada kejanggalan IPAL yang ada dibeberapa Puskesmas di wilayah Kabupaten Kupang Propinsi NTT.

Di Puskesmas Lelogama Kecamatan Amfoang Selatan,IPAL yang masuk dalam Proyek Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang tahun 2017 tidak dilengkapi dengan instalasi jaringan dari gedung puskesmas serta laboratorium.

Informasi yang diterima Obor-nusantara.com dari sumber terpercaya,Kamis,29/8/2019 menyebutkan bahwa IPAL dipuskesmas Lelogama juga tidak berfungsi.

Sehingga sampah medis padat dibakar,Sedangkan sampah medis cair dikubur dilingkungan puskesmas.

“Di Puskesmas Lelogama juga sama. Pengadaan IPAL pada tahun 2017 tidak dilengkapi dengan instalasi dari semua Ruangan puskesmas.Sehingga IPAL tidak berfungsi.Malah kita sudah diberi pelatihan soal cara kerja IPAL,Tapi tidak bisa dicoba karena tidak ada jaringan ke IPAL”Sebutnya.

Dalam inspeksi mendadak (Sidak) Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe dibeberapa Puskesmas,ditemukan IPAL hanya pajangan yang tidak dilengkapi jaringan instalasi  dari ruangan medis serta laboratorium.

Beberapa diantaranya Proyek  pembangunan Gedung baru Puskesmas tahun anggaran 2018.Puskesmas Takari dan Puskesmas Oelbiteno dilengkapi IPAL namun tidak ada instalasi pipa dari ruangan rawat serta Laboratorium.

Sehingga Ipal tidak dapat difungsikan dan terkesan hanya menjadi pajangan.Padahal kegunaan Ipal merupakan salah satu syarat akreditasi Puskesmas.

Sidak Wabup, Senin,26/8/2019 di Puskesmas Oemasi kecamatan Nekafmese,dikeluhkan staf terkait tidak berfungsinya Ipal akibat tidak dilengkapi dengan jaringan pipa dari beberapa ruangan.

Ipal di Puskesmas Oemasi,dibangun bersamaan dengan gedung persalinan dan laboratorium pada tahun anggaran 2017.

Untuk diketahui,Air limbah yang berasal dari unit layanan kesehatan misalnya air limbah Rumah Sakit, Puskesmas, Laboratorium Medis, Rumah Sakit Bersalin, Klinik Kesehatan dan lainnya merupakan salah satu sumber pencemaran air yang sangat potensial.

Hal ini di sebabkan karena air limbah Puskesmas, Klinik dan Rumah sakit mengandung senyawa organik yang sangat tinggi dan memungkinkan mengandung zat senyawa kimia serta mikro organisme patogen yang dapat menyebabkan penyakit terhadap masyarakat di sekitarnya.

Selain itu air limbah yang di hasilkan dari kegiatan laboratorium media mengandung senyawa organik (karbohidarat,lemak dan protein), senyawa amoniak, padatan tersuppensi, logam berat serta mikro organisme pantogen.

Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) (wastewater treatment plant, WWTP), adalah sebuah struktur yang dirancang untuk membuang limbah biologis dan kimiawi dari air.(kenzo)