Selain Cantik, Pantai Haubenkase Menyimpan Misteri Hilangnya Raja di Pantai Selatan Pulau Timor

Kupang, Obor-nusantara.com
Eksotisme pantai Haubenkase yang terletak di Desa Merbaun kecamatan Amarasi Barat, ternyata memiliki pesona yang memukau.Pasir putih serta gunung batu mengapiti bibir pantai.

Pantai yang  berada didekat Pasar baun, Penghasil Daging Sei terbaik di NTT ,bukan hanya memiliki panorama indah, namun menyimpan legenda misteri perebutan tahta raja di Merbaun.

Suguhan kecantikan bentangan bibir pantai dengan balutan pasir putih serta bebatuan unik,Pantai ini juga menyimpan sebuah misteri.Konon sekitar tahun 700 pantai Haubenkase menjadi tempat terakhir hilangnya sang raja mengayuh ombak pantai selatan pulau Timor.

Warga setempat mengisahkan bahwa raja tersebut menggunakan papan menyusuri lautan lepas dan hilang entah kemana hingga saat ini.Hal itu dilakukan Raja karena kalah merebut tahta kerajaan bersama  kakak kandungnya.

Karena memiliki pesona serta nilai historis,menggugah Jemaat GMIT Ebenhaezer Buatam Desa Merbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang  menjadikan pantai Haubenkase sebagai sebuah destinasi wisata.

Bahu membahu jemaat Gereja,akhirnya mampu meyulap tempat itu dengan dana swadaya seadanya,membangun beberapa lopo serta spot foto.Ada juga , MCK dan 20 anak tangga menuju puncak bukit batu,tempat menikmati lautan lepas pantai selatan dari ketinggian.

Ketua Majelis Jemaat GMIT Ebenhaezer Buatam, Pendeta Sherly Tatibun-Patipelohi, S.Si Teol,saat peresmian Wisata Pantai,Minggu,1/9/2018 mengatakan Allah telah menyediakan berkat untuk dikelola demi kesejahteraan umatNya.

Jemaat GMIT Ebenhaezer Buatam merupakan jemaat kecil dengan total jemaat sebanyak 30 Kepala keluarga.Jemaat ditempat ini,dominan berprofesi sebagai petani, peternak serta nelayan.

Dikatakannya,dibukanya Objek wisata baru ini sebagai gambaran gereja ikut mendukung pengembangan sektor pariwisata program unggulan pemerintah Provinsi NTT dan Pemkab Kupang.

Sebab dampak dari destinasi wisata Haubenkase dapat mendorong ekonomi jemaat dari hasil kunjungan wisatawan baik lokal maupun nasional.

Saat meresmikan Pantai ini, Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe mengatakan bahwa membangun pariwisata butuh prinsip dan relasi. Relasi tidak membedakan pelayanan bagi rakyat atau jemaat, ada kesatuan pemahaman untuk membangun.Selain itu,koordinasi antara Pemdes dengan pihak gereja akan menjadikan objek wisata ini lebih baik.

Ia berharap adanya alokasi dana Desa yang  dimanfaatkan untuk mengembangkan pariwisata yang telah dirintis oleh jemaat.

Oleh sebab itu,Manafe meminta Pemdes memanfaatkan lebih fokus menggunakan dana desa untuk peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat.Bukan hanya fokus pada pembangunan fisik semata.

Diakhir sambutannya,Wabup mengapresiasi jemaat GMIT Ebenhaezer Buatam yang sudah berupaya dengan kemampuan sendiri,mau mengembangkan sektor pariwisata.Sudah saatnya Gereja lebih berpikir ekonomi jemaat dengan berbagai inovasi mengembangkan potensi wilayah untuk kemakmuran jemaat.(kenzo)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara