Prapiid NTT Fair diTolak,  Penyidikan diNyatakan Sah dan Proses Hukum Tersangka Mantan Kadis YA dilanjutkan

Kupang, obor-!nusantara.com-Penyidikan penetapan tersangka serta penahanan tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gedung pusat pameran NTT Fair  Julia Afra dinyatakan sah menurut hukum.

Hal tersebut dinyatakan secara tegas dalam putusan praperadilan yang diputuskan oleh Hakim tunggal dengan nomor putusan 07/pid.pra/2019/PN Kpg tanggal 5 September 2019 di Pengadilan Negeri Kupang. 

Sebelumnya kuasa hukum pemohon yakni Rusdinur, SH, MH sangat tendensius kepada kepentingan pribadi lainnyaYulia Afra dan bukan hanya sekedar melindungi hak-hak tersangka Yulia Afra, Rusdi Nur awalnya menuding Kejaksaan republik Indonesia tidak profesional dalam melakukan penyidikan, penetapan tersangka maupun penahanan terhadap tersangka Yulia Afra.

Bahkan Rusdi Nur kepada salah satu portal berita online juga menyampaikan bahwa kejaksaan dalam menanggapi tanggapan alasan praperadilan yang diajukannya secara ngawur dan asal-asalan. namun hari ini, apa yang dicelotehkan oleh pengacara yang bergelar pendidikan sarjana hukum magister hukum tersebut telah tertepis oleh putusan Hakim tunggal praperadilan yang menolak seluruh alasan praperadilan yang diajukan oleh kuasa hukum Yulia Afra dan menyatakan penetapan tersangka penyidikan maupun penahanan terhadap Julia Alfa yang diterbitkan dan dilakukan kejaksaan tinggi NTT sah menurut hukum

Berita online citra nusantara juga pernah memberitakan bahwa terdapat “17 Fakta Yang Menyudutkan Jaksa di Persidangan Pra-Peradilan NTT Fair”, namun dengan putusan praperadilan, hal tersebut terbantahkan.

 

Sebelumnya Kuasa Hukum YA, Rusdinur dalam sebuah media online juga mengomentari terkait tidak perlunya didengar saksi saksi di sidang praperadilan Dengan mengatakan, “insiden yang memalukan tersebut merupakan ‘pukulan telak’ bagi pihak Jaksa. “Ini ‘pukulan telak’ dan memalukan bagi Jaksa. Independensi dan profesionalisme Jaksa dalam menyidik kasus NTT Fair akan dipertanyakan oleh masyarakat,” komentar Rusdinur pada media online citra nusantara. Komentar Rusdi Nur tersebut ditanggapi ringan oleh jaksa Benfrid, ” saksi yang pernah kami hadirkan di sidang praperadilan namun oleh Hakim dianggap tidak perlu didengar keterangannya hanya semata-mata ketika itu kami ingin membuktikan secara komprehensif bahwa tindakan penyidikan penetapan tersangka maupun penahanan tersangka yang dilakukan oleh penyidik Kejati NTT telah sesuai koridor hukum dan ternyata berdasarkan putusan praperadilan bahwa tanpa dihadirkan saksi-saksi tersebut pun ternyata penyidikan, penetapan tersangka maupun penahanan terhadap Yulia Arfa telah sah menurut hukum.

 

Okk”Penyidik penyidik yang menangani penanganan kasus tindak pidana korupsi dalam pekerjaan pembangunan NTT Fair merupakan penyidik yang profesional dan pasca putusan praperadilan ini penyidik tersebut akan tetap dan meneruskan penyelesaian perkara ini sesuai dengan koridor hukum yang berlaku”, ungkap Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur melalui kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim SH.

Sementara itu salah satu pengamat hukum yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan bahwa “mengajukan praperadilan terkait sah atau tidaknya suatu penyidikan, penetapan tersangka maupun penahanan merupakan salah satu hak tersangka atau kuasa hukumnya, namun hendaknya dengan alasan yang berdasar hukum dan menurut normatif disiplin ilmu yang komprehensif serta tidak salahmemaknai mengenai suatu ketentuan sehingga tidak malah terkesan menghambat proses pengungkapan perkara secara cepat dan terkesan menghambat suatu proses perkara.(wr/humaskejatintt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *