Terindikasi Ada Politik Uang, 3 Calon Kades Minta Pilkades Tutuwaru Dibatal

Letty (ambon), obor-nusantara.com-Proses Pelaksanaan Pemilihan Langsung Kepala. Desa (Pilkades) Desa Tutuwaru, Kecamatan Letty, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku kuaat DUGAAN diwarnai dengan Aksi Bagi-bagi uang oleh salah satu Calon Kepala Desa Kepada pemilih di Desa Tersebut.
Dugaan aksi bagi-bagi uang kepada pemilih oleh salah satu calon Kades Atas nama M. Lupur kepada warga ini mencuat setelah sejumlah saksi penerima uang memberikan pengakuan kepada Panitia Usai mengikuti Pemilihan/pencoblosan pada rabu, 25/09/2019 di Desa Tutuwaru.
Menurut salah seorang Calon Kepada Desa Tutuwaru Amrosius Lirmamana yang mewakili dua orang Calon Kades lainnya saat menghubungi Redaksi Obor-nusantara.com, pada Rabu 25/09/2019 mengatakan, sebagai Calon Kepala Desa sangat menyangkan apa yang dilakukan oleh Calon Kades nomor urut 1 dengan membagi-bagikan uang kepada warga untuk memilih dirinya pada saat pemilihan.

iFoto: barang bukti uang rp 300.000 yang dibagi oleh Pelaku ke para saksi

 

“sesuai dengan keterangan yang disampaikan saksi satu dan saksi dua ke hadapan Aparat Desa Tutuwaru bahwa uang sebesar Rp 300.000 itu diberikan oleh salah satu team sukses atas nama (RL) alias Dus ke Warga dengan kode khusus saat pencoblosan. Kode itu ditandai dalam surat suara yakni lebih dari dua kali coblos dalam nama sesuai nomor urut calon dan itu terbukti pada saat perhitungan surat suara”. Katanya saat didamping oleh 2 orang kandidat lainnya menghubungi media ini.
Dikatakan, sebagai salah satu Calon Kades dirinya sangat menyelsalkan apa yang dilakukan Calon nomor urut satu (M. Lupur) dengan menggunakan uang untuk mendapat simpati warga dan meraih suara tetbanyak dalam pemilihan rabu kemarin.
“kecewa sih sangat Kecewa dengan hasil perolehan suara yang dimenangkan oleh calon ini dengan cara Curang alias pakai uang. Karena itu sebagai calon saya dan 2 orang calon lainnya telah melayangkan surat gugatan ke panitia pelaksana Pilkades Kecamatan Letty untuk dioroses hukum”. Imbuhnya.
Amro menjelaskan, surat gugatan hasil Pilkades Tutuwaru ke Panitia ditingkat Kecamatan agar bisa diproses hukum.
“gugatan sudah kita sampaikan secara tertulis ke ketua panitia pelaksana polkades kecamatan letty dalam hal ini Sekcam Letty bapa Defretez tinggal tunggu pengambilan keterangan dan kita serahkan bukti serta ajukan saksi”. Katanya.
Menurutnya, dalam kasus politik uang ini pihaknya memiliki dua saksi sebagai penerima uang dan uang yang diserahkan sebelum pencoblosan.
“saksi semua sudah siap untuk berikan keterangan ke aparat jika di panggil nanti”. Ujar Amro.
Amro dan dua orang calon kades lainnya berharap, Panitia dan Aparat hukum dapat menyelesaikan masalah ini sehingga apa yang diharapkan oleh masyarakat dengan Pilkades yang bebas dari Politik Uang dapat terlaksana.
“kita harap ini kasus jangan disepelekan oleh aparat, karena ini sudah pelanggaran pidana dan harus di proses hukum”tutup amro.
Sementara itu Sekretaris Kecamatan Letty Karel Defretez selaku Ketua Panitia Pelaksana Pilkades Kecamatan Lrtty mengaku, surat gugatan dari 3 orang Calon Kades Tutuwaru sudah diterima dan segera dilaporkan ke tingkat Kabupaten untuk selanjutnya diproses.
“suratnya kita baru terima dan segera kita ke Tutuwaru untuk cek kembali di Desa sehingga laporan ini kita bisa proses ke tingkat Kabupaten.” jelasnya.
Dijelaskan, sesuai dengan Undang-undang Desa Nomor 6 tahun 2014 tidak mengatur tentang sanksi hukum akibat adanya kecurangan Politik uang dalam pelaksanaan pilkades.
“kita harus cek dulu regulasinya, karena didalam undang-undang Desa nomor 6 tahun 2014 tidak ada pasal yang mengatur sanksi hukum soal ini jadi perlu cek lagi”. Jelas Defretez.
Untuk diketahui pilkades Tutuwaru tahun 2019 ini diikuti oleh 4 kandidat calon Kepala Desa masing-masing nomor urut 1. Mikmeya Lupur dengan total suara 102, nomor urut 2. Lambertus Slakiey meraih 42 sura, 3. Amrisius Lirmamana meraih 97 surat suara dan nomor 4. Obaja Ersaprosi dengan total suara 32.
Hingga berita ini diturunkan, media ini belum berhasil mendapat konfirmasi dari Calon Kepala Desa yang diduga melakukan praktek politik bagi-bagi uang ke masyarakat ini. (wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara