Kejar Progres Fisik, Kontraktor Tambah Tenaga Buruh Dan Alat Diproyek Bokong Lelogama

Kupang, obor-nusantara.com-Proses pekerjaan pembangunan jalan Bokong Lelogama di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini dalam tahap pekerjaan Persiapan Pengaspalan. Karena itu untuk mengejar progres fisik pejerjaan agar bisa selesai tepat waktu, Kontraktor pelaksana pada 4 sekemen di ruas Jalan tersebut mulai menambah tenaga buruh dan peralatan pendukung pekerjaan Dimasing-masing Sekmen.
“saat ini di lapangan semua kontraktor kita minta untuk tambah tenaga dan alat, karena masih banyak pekerjaan penunjang yang belum selesai dikerjakan dan harus cepat diselesaikan karena sangat menunjang pekerjaan aspal nanti”. Jelas Kepeaa Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Provinsi NTT Adi Mboeik saat ditemui di ruang kerjanya pada jumat, 05/10/2019 di Kupang.

0
Menurutnya, pekerjaan utama di proyek Jalan Bokong Lelogama Rata-rata tidak ada masalah, meski demikian pihaknya tetap meminta para kontraktor agar mempercepat pekerjaan pendudukung seperti pasangan saluran air dan pekerjaan trotoar.
“kalau pekerjaan utama tidak ada masalah, cuma kan harus dipercepat pekerjaan bangunan pendukung, karean memang secara persentase kecil dibandingkan aspal tetapi itemnya banyak dan harus dikerjakan sebelum persiapan pengaspalan.” katanya.
Dikatakan, waktu pelaksanaan tinggal dua bulan ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh kontraktor jika tidak mau terlambat, sehingga pada saat sudah selesai masa kontrak (awal bulan Nopember 2019) sudah selesai 100 persen.


“sesuai kontrak Waktu kan tinggal dua bulan saja dan itu harus dimanfaatkan dengan baik oleh kontraktor, karena semua tunduk pada aturan jika ada yang terlambat maka Hukum Kontrak berlaku dan denda sudah pasti.”ujarnya.
Untuk diketahui, pekerjaan jalan Bokong Leloga yang dimulai sejak awam bulan April 2019 lalu oleh Pemerintah Provinai NTT ditargetkan selesai pada awal bulan Nopember (sesuai kontrak).
Proyek tersebut dikerjakan oleh 4 kontraktor pelaksana dengan total nilai 4 sekmen mencapai lebih dari Rp 200 milyar.
Diharapkan, proyek yang mengabiskan dana APBD Satu NTT ratusan milyar rupiah ini selesai maka masyarakat wilayah amfoang yang selama ini masih terisolasi dan sulit dijangkau oleh tarnsportasi darat maka secara langsung dapat teratasi dengan harapan terjadinya peningkatan ekonomi masyarakat. (wr/nora).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *