Tidak Mampu Selesaikan Jembatan Maiskolen, CV. Ernesta Construction diPHK

Kupang, obor-nusantara.com-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap CV. Ernesta Construction sebagai kontraktor Pelaksana Pekerjaan Pembangunan jembaatan Masikolen senilai Rp 1.6 milyar di Desa Besipae, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR) NTT ini setelah perusahaan CV Ernesta Construction selaku kontraktor pelaksana tidak mampu menyelesaikan pekekrjaan pembangunan Jembatan Masikolen.


Pada proses lelang beberapa bulan lalu, perusahaan tersebut menjadi pemenang tender pekerjaan fisik jembatan Maiskolen, namun dalam perjalanan waktu yang ada, fisik dari proyek tersebut tidak mengalami penigkatan.
Hal tersebut menjadi dasar utama bagi Pemprov NTT dalam hal ini Dinas PUPR untuk melakukan pemutusan hubungan Kerja (PHK) agar pekerjaan lanjutan bisa dialakukan oleh Perusahaan lain dengan waktu sisa pelaksanaan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat NTT Adi Mboeik saat ditemuai di ruang kerjanya pada Jumat, 04/10/2019.


Menurutnya, keputusan untuk memPHK Kontraktor ini adalah langkah penyelamatan yang diambil oleh Pemerintah untuk menyelamatkan Anggaran yang sudah dikontrakan ke pihak Ke 3 pada tahun anggaran 2019 ini.
“kita harus PHK ini Perusahaan, masa setelah kontrak sampai dengan PHK fisik masih nol persen, ini artinya dia (Perusahaan red) sama sekali tidak punya niat untuk kerja, sementara uang muka sudah dicaikan. Tegas Adhy.
Dikatakan, Pemutusan Hubungan Kerja ini disertai dengan pencairan jaminan pelaksanaan yang dijaminkan oleh Kontraktor ke Pemerintah.
“Kita PHK ini perusahaan sekalain dengan cairkan uang jaminan pelaksanaan jadi tidak ada kerugian negara karena uang muka yang dicairkan kita sita semua lewat jaminan yang dijaminkan ke kita”. katanya.
Dijelaskan, pekerjaan pembangunan jembatan maiskolen sejak kontrak dilakukan pada awal tahun hingga dilakukan pemutusan hubungan kerja, CV Ernesta Construction hanya mengerjakan pekerjaan pembersihan lokasi, itupun hanya sedikit, sehingga dianggap masih tetap nol persen.
“waktu putus kontrak masa fisik masih nol persen, artinya ini perusahaan memang harus diberi sanksi berat dengan PHK”. Katanya.
Setelah PHK dilakukan maka, Perusahaan CV Ernesta Construction tidak lagi menjadi rekanan di lingkup Pemerintah Provinsi NTT selama beberapa tahun.
“kalau sudah PHK berarti perusahaan yang bersamgkutan.maasuk dalam daftar hitam (Balck List).” tutup Adhy Mboyk.
Adhy mengaku, saat ini pekerjaan lanjutan pembangunan jembatan maiskolen sudah dikontrakan ke perusahaan lain yakni CV Efenty Indoperkasa dengan nilai kontrak yang sama yakni Rp 1.6 milar. (wr/nora).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *