Anton Natun menilai Ada Buaian Politik Sesat Demi Pimpinan AKD di DPRD Kabupaten Kupang

Oelamasi,Obor-nusantara.com
Ketua DPC Hanura Kabupaten Kupang sekaligus mantan Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kupang, Anton Natun menilai ada buaian politik sesat yang dibangun oleh beberapa politisi demi meraih kursi pimpinan Alat Kelengkapan Dewan.

Hal ini dikatakannya ibarat nabi-nabi palsu yang menebar kebencian demi meraup keuntungan politis secara pribadi.

Anton Natun kepada media ini,Rabu (16/10/2019) di Hotel Neo Aston Kupang mengatakan, ada “nabi palsu” di DPRD Kabupaten Kupang yang berusaha memecah belah melalui skenario menghembuskan isu oposisi sebagai jualan politik untuk tujuan pembunuhan karakter terhadap dirinya dan juga Anggota Dewan dari Partai Gerindra.

“Ada isu bahwa kami jual lembaga, kami mau dibuang kelaut.Ini isu sesat yang tidak mengedepankan asas etika politik yang baik. Yang jadi pertanyaan saya apakah perjuangan selama ini di DPRD untuk kepentingan saya pribadi?,”Ujarnya kesal.

Ia mengatakan, isu oposisi sengaja dihembuskan untuk kemudian merusak nama baik Partai Hanura, Partai Gerindra dan Partai Golkar.

Jika ditilik Sesuai amanat konstitusi, tidak ada kata oposisi atau mendukung. Yang benar adalah DPRD menjalankan fungsi pengawasan secara politis terhadap pelaksanaan program pemerintah dengan tupoksi sangat jelas.

Sebagai anggota DPRD Kabupaten Kupang menurutnya mesti melakukan fungsinya dengan benar untuk demi kepentingan masyarakat. Jika terdapat hal yang tidak benar, maka sebagai anggota DPRD perlu mengkritisi setiap kebijakan pemerintah, dan jika ada hal yang benar juga perlu mendukung pemerintah.

“Kalau isu ini untuk kepentingan AKD, maka lakukan dengan cerdas, kita hargai itu dan jangan bunuh karakter atau menebar kebencian, kami tidak pusing, mau pake otak atau fisik kami siap,”Tegasnya.

Fungsi pengawasan yang akan dilakukan secara benar dan objektif, yang akan berdampak langsung demi kepentingan masyarakat Kabupaten Kupang. Yang terjadi Tidak ada koalisi permanen, yang ada justeru kepentingan secara politis.

Baginya, isu oposisi semata-mata strategi untuk menebar kebencian demi merebut pimpinan AKD. Hal ini bentuk nyata dari ketidakpahaman akan tupoksi sebagai anggota DPRD.

“Kami objektif saja, kalau tujuan untuk merebut AKD itu hal biasa, kami hargai itu, tapi janganlah dengan cara-cara curang dari mulut “nabi palsu”,”Ungkapnya.

Seorang pimpinan AKD disebut Anton mestinya person yang benar-benar paham tugasnya, minimal mampu memimpin rapat yang kental nuansa politis di lembaga DPRD bukan orang yang “namkak”.

Dirinya mengaku pernah berjuang mati-matian memenangkan Pilkada Bupati Kupang. Dirinya pernah berdarah-darah bekerja keras untuk memenangkan Pilkada untuk Paket Komitmen (Korinus Masneno-Jerry Manafe).Banyak tenaga bahkan materi telah dikorbankan tanpa sedikitpun menuntut balasan dari apa yang dikorbankannya.

Dirinya justeru menuding bahwa isu negatif dan pembunuhan karakter sengaja dihembuskan oleh oknum yang tiba-tiba jadi malaikat untuk tujuan mendapat keuntungan pribadi.

“Saya sudah pernah babat hutan, babat belukar untuk Paket Komitmen menang pilkada, saya tidak pernah minta balasan. Sekarang yang koar-koar itu dulu ada dimana? Masa saya yang kerja keras, saya juga yang mau hancurkan kan itu konyol,”Beber Anton Natun.

Ia juga menguraikan, pada masa kampanye Pilkada dulu, ada orang yang memberi komentar di media masa bahwa Calon Bupati Korinus Masneno diduga lakukan korupsi terkait Kapal Timau. Tapi anehnya, setelah Paket Komitmen menang Pilkada justru ada yang tampil ibarat malaikat.

“Ini ada apa, ini politik kampungan,”Tegasnya.

Adalah hal yang positif bila Bupati Kupang saat ini kemudian merangkul fraksi lain di DPRD, sementara Wakil Bupati Jerry Manafe juga merangkul Partai Hanura dan Partai Gerindra. Nilai positifnya adalah, lembaga DPRD dengan koalisi masing – masing akan memberi pengawasan politis terhadap setiap kebijakan dan program pemerintah Kabupaten Kupang.

“Saya minta pak Bupati bercermin dengan baik, jangan ada yang tampil sebagai malaikat. Tiap kali kampanye kami duduk di samping bupati, kami capek dan jangan nilai kami negatif. Jangan ada bahasa mau ikat kami dan buang di laut, emang kami ini apa,”Ujarnya.

Sampai berita ini dipublikasi, pihak – pihak yang akan dimintai konfirmasinya belum dapat dihubungi. Seluruh anggota DPRD Kabupaten Kupang sedang mengikuti kegiatan orientasi di Hotel Neo Aston Kupang.(Kenzo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *