Dana Rp 250 miliar Habis,  Pembangunan Bendungan Temef Terus Berjalan

Soe, obor-nusantara.com-Progres pembangunan bendungan Temef di Kabuoayrn Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) tahap dua oleh Kontraktor Pelaksana Pt, Waskita Karya dan Pt Nindya Karya saat ini sudah mencapai fisik 35 persen dengan dengan tingkat penyerapan dana tahap dua senilai  Rp 250 Miliar telah habis sejak bulan maret 2019 lalu. 

Saat ini Kontraktor pelaksana mengerjakan bendungan senilai Rp 1.5  triliun itu menggunakan dana sendiri sambil menunggu pengalokasian dana  untuk pekerjan tersebut. 

Konsultan Team Leader Pembangunan Bendungan Temef – Sudady mengatakan, saat ini progres pembangunan Bnedungan Temef terus berlanjut. Untuk Paket II (Dua) yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya (NK) sudah mencapai 35 persen. Sementara paket I (Satu) yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (WK) sudah mencapai 25 persen.


“Untuk Paket II, hingga Desember 2019 ditargetkan akan mencapai 40 persen. Sementara untuk paket I ditargetkan mencapai 30 persen pada Desember nanti,” kata Sudady yang ditemui di lokasi Bendungan pada Kamis, 17 Oktober 2019, sembari mengungkapkan bahwa untuk pengerjaan Konduit pada Paket I sudah mencapai 50 persen, dan Spillway pada Paket II sudah mendekati target.
Ia mengatakan, khusus untuk target saat ini, sesuai perencanaan maka sudah terkejar. Namun menyangkut pembiayaan masih sangat jauh. Menurutnya ada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) untuk dana sebesar 100 miliar rupiah. Namun dana tersebut sudah habis dimanfaatkan hingga bulan ke tiga (Maret) tahun ini, sehingga pekerjaan yang dilakukan sampai Okteber adalah murni upaya kontraktor melalui swadana.


Ia menjelaskan, hambatan utama yang dihadapi dalam pekerjaan bendungan Temef adalah cuaca. “Jika musim hujan tiba, banjir sering terjadi, begitu pun longsor. Yang paling kami antisipasi adalah bahaya longsor. Sebab, tanah dilokasi bandungan adalah tanah labil, sehingga longsor bukan hanya terjadi di musim hujan, namun juga di musim kemarau jika tanah sudah terlalu kering.
Untuk itu, sebelum musim hujan kami sudah mempersiapkan material yang cukup. Tujuannya agar di saat musim hujan tiba, kami masih bisa bekerja,” terangnya.
Terkait persiapan material, menurut Sudady, dilakukan dengan cara Blasting atau Peledakan material. Sebab cara itu menurutnya adalah cara terbaik dalam memperoleh tanah timbunan dengan lebih cepat dan terselektif. Melalui Peledakan menggunakan Dinamit, akan mengurangi rangkaian kerja yang sering memakan waktu lama. “Pelaksanaan Blasting ini sudah berijin. Kami juga pantau lingkungan saat menlakukannya, termasuk soal kebisingan dan dabu sudah kami antisipasi terlebih dahulu,” katanya.
Lebih lanjut Sudady mengatakan, tahun ini akan ada tambahan untuk paket berikutnya, karena ada banyak perubahan yang terjadi. Perubahan itu antara lain volume bendungan yang menjadi beda dengan rancangan akibat longsor, yang dengan sendirinya juga mengakibatkan panambahan biaya.
Namun Sudady mengaku, walaupun banyak tantangan dan kendala yang dihadapi, namun pelaksanaan pembangunan akan terus berjalan sambil menunggu sumber dana. (wr/Yantho/team)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara