Per 05 November, Proyek Jalan Bokong-Lelogama Diadendum Waktu Hingga 40 Hari Kalender

Kupang, obor-nusantara.com-Setelah dioeroleh hasil penelitian struktur Tanah di lokasi Proyek Pembangunan Jalan Bokong-lelogama sepanhang 40 kilo meter di Kabupaten Kupang oleh Team Ahli, Pemerintah Privinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pekerjaan umum dan Permukiman Rakyat NTT memutuskan untuk melakukan perubahan (adendum) memperpanjang waktu pelaksanaan selama 40 hari kalender terhitung sejak tanggal 05 Nopember Hingga 15 Desember 2019 mendatang.


Adendum perpanjangan waktu pelaksanaan selama 40 hari kalender untuk pekerjaan proyek jalan Bokong-Lelogama ini diberlakukan bagi semua Kontraktor yang tengah mengerjakan Proyek tersebut.
“kita adendum waktu pelaksanaan hingga 40 hari kalender setelah kita peroleh hasil penelitian team ahli terhadap struktur tanah di lokasi tersebut.” ujar Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU-PR NTT Adi Mboeik saat di hubungi media ini pada Selasa, (05/11/2019).


Dikatakan, sesuai dengan kontrak yang ada, Pekerjaan pembangunan jalan Bokong lelogama untuk ke 4 segmen dimulai pada tanggal 04 April 2019 dengan masa atau waktu pelaksanaan 210 hari kalender atau berakhir pada tanggal 05 noprmber 2019.
“kontrak memang semuanya harus selesai dan penyerahan tahap pertama (PHO) pada tanggal 05/11/2019 tetapi ada jedah waktu saat ada kegiatan penelitian struktur tanah selama 40 hari jadi semua tidak bisa kerja, sehingga kita adendum waktu pelaksanaan untuk semua segmen masing-masing 40 hari kalender”.katanya.
Dijekaskan, saat ini disegmen lainnya tengah dilakukan proses pekerjaan pengaspalan terutama di segmen 3 dan 4 termasuk segmen 1 dan 2. “sekarang dilapangan mereka sudah mulai aspal bahkan ada yang sudah dua lapis aspal”. Ungkap Adi.


Dijelaskan, apapun nanti akhir dari pelaksanaan proyek Bokong-leligama pihanya tetap mengacu pada kontrak yang telah dutandantangani bersama antara kontraktor dan Pemerintah.
“kan ada kontrak semua sudah jelas dan kita tidak main-main tidak ada yang kita mau kasi ampun, jika melanggar kontrak hukum sudah jelas kok.”. Papar Adi Mboeik.
Terkait pencapaian fisik untuk ke empat segmen, menurut Adi Mboeik, rata-rata masih berada di atas 40 persen hingga akhir bulan oktober 2019 ini. (wr/nora).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *