Mantan Gub NTT FLR, Bantah Semua Keterangan Saksi Di Pengadilan

Kupang, obor-usantara.com-Mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya membantah semua keterangan para saksi yang telah di tuangkan dalam berita acara pemerinsaan (BAP) dan keterangan di hadapan majelis Hakim saat meejadi saksi pada sidang korupsi proyek pembangunan arena pameran ntt fair di pengadilan negeri tindak pidana korupsi klas i a kupang, senin, 11/11/2019.
Dalam persidangan yang dipimpin oleh hakim Ketua, Dju Johnson Mira Mangi, didampingi  Ari Prabowo dan Ali Muhtarom sebagai hakim anggota, Frans Lebu Raya membantah seluruh pertanyaan yang dilontarkan oleh majelis hakim perihal keterlibatan dirinya dalam menerima uang atau fee proyek kasus proyek ntt fair.
Pada awal persidangan, Lebu Raya menceritakan perihal proyek NTT fair yang telah disetujui bersama dprd ntt tersebut.
Tujuan dibangunnya ntt fair adalah untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi yang baru di kota kupang. Menurut saksi setiap tiga bulan dirinya memberikan pengarahan kepada semua Kepala Dinas soal kinerja dilapangan.


“Ketika saya bertemu dengan kepala dinas PRPK soal proyek ntt fair, dirinya memberikan arahan bahwa semua harus dilakukan sesuai aturan dan rekrut kontraktor yang berkualitas sehingga pekerjaannya berkualitas dan selesai pada waktunya.” kata Leburaya.
Saat ditanya oleh majelis hakim Jhonson Mira Mangi mengenai kedekatan dirinya dengan kontraktor pembangunan ntt fair, dalam hal ini linda ludianto, Frans Lebu Raya kembali membantahny.
Pertanyaan majelis hakim pun berlanjut mengenai fee 5 persen dari proyek pembangunan ntt fair. saat ditanya apakah pernah meminta fee 5 persen, mantan gubernur ntt inipun langsung membantahnya.
“saya tidak Tau”. Jelas Lebu Raya.
Begitupun saat ditanya apakah dirinya pernah menerima sesuatu dari terdakwa yulia arfa melalui ajudan atas nama Yanto, Frans Lebu Raya menyebut tidak pernah
“saya tidak tau bapa hakim”. Katany
Dikatakan saksi ke  majelis hakim/  jika  kalau ada staf yang datang membawa sesuatu dan saya sedang sibuk kerja, maka saya hanya instruksikan untuk dismpan tanpa melihat isisnya.
saat itu juga, majelis hakim menerangkan fakta persidangan lain yang menyebutkan bahwa ajudan pernah menghantar uang kepada saksi sebanyak dua kali.
Namun Frans Lebu Raya yang hadir sebagai saksi mengatakan dirinya tidak tahu dan tidak pernah menerima uang yang dihantar tersebut.
Dia mengaku, tidak pernah diberitahu bahwa ini ada titipan uang dari siapa-siapa, tetapi setiap hari ada amplop dokumen yang selalu saya terima.
Sementara itu, mantan ajudan Lebu Raya, Aryanto Rondak yang dihadirkan dalam persidangan, mengaku dua kali menerima titipan dari Yulia Afra.
Amplop yang diterimanya dari thobias lanoe (staf yulia arfa,red) itu diserahkan kepada gubernur di ruang kerjanya.
Meski demikian, mantan Gubernur NTT frans lebu raya tetap membantah dan mengaku tidak pernah menerima apapun dari kepala dinas apalagi tetang uang sebanyak itu.
Usai memberikan keterangan dirinya bersama para saksi lainnya meninggalkan ruang sidang untuk selanjutnya memberikan keterangan untuk saksi lain dalam kasus yang sama.(wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara