Majelis Hakim PN Oelamasi Minta Brigif 21/Komodo Hentikan Aktivitas Diatas Lahan Sengketa

Foto: Ketua PN Oelamasi (kaca mata) saat berada di kantor PN Oelamasi

 

Oelamasi, obor-nusantara.com-Ketua Majelis Hakim Decky Nitbani Selaku Pimpinan Sidang yang menyidangkan Perkara Gugatan dengan perkara nomor : 21/pdt.G/201n9/OLM pada sidang lanjutan dengan agenda mendengar jawaban dari Seluruh Tergugat 1 hingga tergugat 15 pada hari rabu tanggal, 13/11/2019 di Ruang Sidang Gedung Kantor Pengadilan Negeri Oelamasi Secara berkali-kali meminta Tergugat 15 dalam hal ini Brigif 21/Komodo agar menghentikan segala bentuk Aktivitas proyek dilokasi yang kini masih dalam proses Hukum.
Setelah mengetuk Palu tanda dimulainya Sidang Perkara ini, majelis Hakim yang juga Ketua PN Oelamasi Decky Nitbani langsung meminta kepada Tergugat 15 dalam hal ini Brigif 21/Komodo dapat menghargai Proses Hukum terhadap lahan yang tengah menjadi masalah Hukum di PN Oelamasi.
“Saya minta dengan hormat kepada semua tergugat terutama tergugat 15 agar sama-sama menghargai proses hukum, sebagai Alat Negara yang mengerti Hukum tolonglah hargai proses Hukum yang tengah belangsung ini”. Kata Majelis Hakim.
Selain itu Ketua PN Oelamasi yang menjadi Pimpinan sidang dalam perkara Gugatan ini juga meminta kepada Masyarakat Desa Naunu, Kecamatan Fatuleu agar selaku bertindak hati-hati dan tidak melanggar Hukum dilokasi sengketa.
“masyarat saya minta agar tidak bertindak melanggar hukum dengan main hakim sendiri, jika ada persoalan hendaknya dilaporkan ke Kuasa Hukum sebagai bahan yang akan disampaikan dalam sidang nanti”. tambah Majelis Hakim.
Usai mengingatkan Para tergugat untuk tetap menghormati proses hukum dengan menghentikan segala kegiatan dilapangan, Majelis Hakim langsung melanjutkan sidang dengan mempersilahkan seluruh Tergugat 1 hinggq 15 membacakan tanggapan mereka atas Gugatan yang diajukan oleh para Penggugat.
“silakan para Tergugat membacakan Jabawan atas gugatan ini”. Kata Ketua Pengadilan ini.


Usai Para Tergugat membacakan jawan atas gugatan ini Majelis hakim Decky Nitbani selaku Pimpinan sidang lamgsung meminta Kuasa hukum Para Penggugat agar menjawab seluruh tanggapan para Tergugat ini pada sidang hari rabu, 20/11/2019 mendatang.
“sidang saya Tutup dan kita lanjutkan pada hari rabu, 20/11/2019 mendatang.ujar hakim.
Sementara itu, Kuasa Hukum Warga Naunu dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) ALF LAW OFFiCE atau Alex Frans Team Mega Frans, SH usai mengikuti sidang tersebut mengatakan, pihaknya segera menyiapkan materi jawan sebagai tanggapan atas Jabawan para Tergugat pada sidang hari rabu,20/11/2019.
“kita segera siapkan jawaban untuk sidang berikut nanti”.ujar Mega Singkat.
Sebelumya diberitakan, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) ALF LAW OFFiCE atau Alex Frans Team Sebagai Kuasa Hukum dari 5 orang Tokoh masyarakat dari Desa Naunu dan Kelurahan Camplong dua, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur Hari ini Rabu, 08/05/2019 Resmi mendaftarkan gugatan di Pengadilan Negeri Oelamasi.
LBH ALF LAW OFFiCE atau Alex Frans Team Sebagai Kuasa Hukum dari ke 5 warga ini hendak mengajukan gugatan kepada sedikitnya 9 orang warga Desa Naunu yang menyerahkan tanah seluas 2000 hektare Kepada Depnakertrans yang diperuntukan sebagai lokasi pembangunan sarana transmigrasi di lokasi tersebut.
Selain ke 9 warga ini Penggugat juga mengajukan gugatan kepada 6 Lembaga Pemerintahan yakni Pemerintah Kabupaten Kupang, Gubernur NTT, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kupang, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam hal ini Brigif 21/Komodo.(wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara