Kejar Fisik Proyek Bokong-Lelogama, Kontraktor Tambah Jam Lebur

Lelogama, obor-nusantara.com-Guna mempercepat proses pekerjaan fisik proyek pembangunan jalan Bokong-lelogama seluruh, Kontraktor yang mengerjakan proyek itu kini mulai memberlakukan jam lembur malam untuk senua segment. Hal ini dilakukan agar bisa mengejar waktu pelaksanaan yang tinggal beberapa minggu.


“kita saat ini berlakukan jam lembur untuk semua pekeejaan terutama pekerjaan utama yakni pengaspalan”. Jelas salah seorang Pengawas Saudi saat ditemui di lokasi proyek Bokong-lelogama di Desa Oh Aem 2 Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 26/11/2019.
Menurutnya, seluruh pekerjaan utama seperti penyiapan pengaspalan terus berjalan terutama penyiapan struktur dasar jalan untuk persiapan aspal.
“kita terus bergerak, ada team yang kerjakan pasangan batu untuk saluran, pekeejaan timbunan badan jalan serta pekerjaan agregat B dan A.” katanya.
Proyek pembangunan jalan Bokong-lelogama yang dimulai sejak bulan April 2019 lalu itu sesuai jadwal pelaksanaan akan berakhir pada tanggal 05 Nopember lalu, namun adanya perubahan (adendum) waktu pelaksanaan menyusul adanya penelitian struktur tanah selama 40 Hari oleh team ahli, sehingga pihak Pemerintah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman NTT melakukan adendum waktu atas laksanaan selama 40 hari atau sampai dengan tanggal 15 Desember 2019 mendatang.

Karena itu menurut Saudi, pihaknya akan mengerahkan seluruh kekuatan untuk mempercepat proses pekerjaan dilapangan.
“pokoknya kita target sebelum habis waktu pelaksanaan minimal semua sudah teraspal terutama di Segment 3, karena saat ini kita sudah aspal sampai 7 kilo meter.” kayanya.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Oh Aem 2 Niftanel Baitanu kepada wartawan mengaku, sangat senang dengan adanya pekerjaan pembangunan jalan Bokong-lelogama oleh Pemerintah Provinsi NTT.
“kita sangat senang pak, karena dulu kita susah sekali kalau mau ke Ibu Kota Kabupaten dan Kota kupang. ” ujar warga.
Dikatakan, dengan adanya pembangunan jalan ini, tentu memberikan dampak posetif bagi seluruh warga di wilayah amfoang yang selama ini merindukan akses transportasi yang baik dan layak bagi warga du wilayah ini.
Proyek dengan nilai hampir Rp 200 milyar ( Rp 170 M) ini dikerjakan oleh Empat Kontraktor yang berbeda yang ada di 4 segmen dengan persentase fisik yang berda-beda.(wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara