Kadis Maxi Nenabu, Saya Optimis Proyek Bokong-Lelogama Selesai

Kupang, Obor-Nusantara.Com-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Optimis/ Pekerjaan Proyek  Pembangunan Jelan Bokong-Lelogama Yang Menghubungkan Sejumlah Kecamatan Di Wilayah Kabupaten Kupang Akan Rampung Meski Masih Terdapat Pekerjaan Minor (Pasangan) Yang Belum Selesai Saat Akhir Masa Kontrak Pada Tanggal 15 Desember Mendatang. Saat Ini Fisik Proyek Tersebut Sudah Mengalami Kemajuan Setelah Adanya Adendum Waktu Pelaksanaan 40 Hari Untuk Seluruh Sekmen.

Pekerjaan Proyek Pembangunan Jalan Bokong-Leloga Di Kabupaten Kupang Hingga Kini Masih Terus Berlangsung. Sejumlah Item Pekerjaan Utama Seperti Persiapan Lapisan Aspal Baik Agregat B Dan Agregat A Telah Selesai Dikerjakan Dan Kini Tinggal Pengaspalan.

Jika Peralatan Pendukung Aspal Dalam Kondisi Baik Maka Dipastikan Dalam Waktu Dua Atau Tiga Minggu Ke Depan Juas Jalan Itu Semuanya Terlah Teraspal. “Saat Ini Semua Kontraktor Yang Menjadi Pelaksana Proyek Ini Terus Memacu Kegiatan Dengan Memberkakukan Jam Lembur Dan Menambah Tenaga Kerja Disemua Item Perekjaan Baik Pasangan Batu Hingga Pekerjaan Aspal.” Ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) NTT Maxi Nenabu saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu, 27/11/2019.

Menurutnya, Dengan Upaya Percepatan Ini Diyakinkan Pekerjaan Proyek Terutama Pengaspalan Dipastikan Semuanya Selesai Pada Saat Habis Masa Kontrak Nanti. Hal Tersebut Disampaikan Kepala Dinas  Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Ntt Maxi Nenabu Saat Ditemui Di Kupang.

“saya tetap optimis proyek ini selesai karena saya sudah minta teman-teman mitra yang memiliki AMP untuk sama-sama membantu agar proyek ini harus sukses.” Katanya.

 Dikatakan, Pekerjaan Persiapan Aspal Untuk Segmen Satu Dan Dua Telah Selesai Sejak Bulan September Lalu, Namun Akibat Keterlambatan Pengasapalan Material Sudah Mulai Rusak Dan Harus Dilakukan Perbaikan Sebelum Dilapisi Aspal. Meski Demikian, Pihaknya Optimis Proyek Sepanjang 45 Kilo Meter Ini Akan Selesai Pada Saat Habis Masa Kontrak Nanti.

“semua kita kerahkan untuk menyelesaikan proyek ini, mulai dari tambahan tenaga dilapangans ampe berlakukan jam lembur dan kesiapan material, sehingga kalaus emua baik dan lancar pasti selesai walaupun masih kurang sedikit-sedikit.” Papar Maxi.

Dikatakan, jika dalam pelaksanaan dan terjadi keteralmbatan setelah habis masa kontrak maka. Piohaknya tetap mengacu pada aturan yang ebrlaku dengan memberikan denda maksimal dengan perpanjangan waktu denda selama 50 hinggga 90 kalender dengan denda satu permil perhari dari sisa pekerjaan.

“saat ini fisik sidah rata-rata diatas 45 persen sampe 75 persen untuk semua sekmen, bahkan sekmen 3 kita pastikan akan selesai lebih awal,’ ujarnya.

Ditambhakn, Saat Ini Fisik Proyek Jalan Bokong-Lelogama Dari Segmen Satu Hingga Empat Fisiknya Rata-Rata 45 Hingg 75 Persen Dengan Fisik Keuangan Masih 20 Hingga 40 Persen.(wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara