Terhitung Sejak 11 Desember 2019, 4 Kontraktor Pelaksana Proyek Jalan Bokong-Lelogama Mulai Kena Denda

Kupang, obor-nusantara.com-Empat Kontraktor Pelaksana pekerjaan Proyek Pembangunan Jalan Bokong-Lelogama di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terhitung sejak tanggal 11 Desember 2019 mulai dikenakan Denda oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Provinsi NTT atas keterlambatan Pekerjaan proyek tersebut setelah selesai masa perpanjangan Kontrak pada tanggal 10 Desember 2019 lalu.
Pemberian denda keterlambatan ini dikenakan kepada keempat kontraktor sesuai dengan minus atau keterlambatan yang terjadi hingga akhir pelaksanaan Proyek (masa kontrak).

“sejak habis Masa Kontrak yang jatuh pada tanggal 10 Desember 2019 lalu semua (4 Kontraktor) kita kenakan denda keterlambatan 1/1000 per hari dari sisa pekerjaan, jadi ada yang fisik sekarang di atas 90, ada juga yang diatas 65 persen dan kita berikan Denda ini sudah sesuai aturan”. Jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perrumahan Rakyat (PU-PR) Provinsi NTT IR. Maxi Nenabu, MT saat ditemui di ruang kerjanya pada senin, 16/12/2019.
Menurutnya, Denda keterlambatan yang diberikan kepada Kintraktor/Rekanan sesuai dengan Peraturan Presiden (Pepres) nomor 16 tahun 2018 yang mengatur Tetang Pengadaan Barang dan Jasa sebagai pedoman pelaksanaan Kegiatan Fisik dan Non Fisik Pemerintah.
“kita berikan denda itu bukan tanpa alasan atau lainnya, semua sudah sesuai aturan yang sudah disepakati bersama dalam kontrak dan itu berlaku untuk semua kontraktor/penyedia jasa yang secara Hukum Kontrak kerja dengan Pemerintah termasuk Dinas PU-PR khususnya di Proyek Kita di Bokong-Lelogama”.jelasnya.
Dikatakan, pihaknya tidak pernah menganaktirikan perusahaan lain jika lalai atau melanggar Kontrak yang sudah ditandatangani bersama.
“kita tidak pilih kasih, semua sama yang langgar tetap kita tindak, baik itu denda hingga pemutusan Hubungan Kerja (PHK).” jelasnya.
Proyek dengan nilai hampir Rp 200 milyar ( Rp 170 M) ini dikerjakan oleh Empat Kontraktor yang berbeda yang ada di 4 segmen dengan persentase fisik yang berda-beda.
Keempat Kontraktor/Penyedia Jasa itu adalah masing-masing,, untuk sagmen 1 dikerjakan oleh Pt. Nusa jaya abadi dengan nilai kontrak Rp 35,404 miliar dengan panjang eveketif 9.5 kilo meter, segmen dua dikerjakan oleh Pt Surya Agung kencana dengan nilai Kontrak Rp 37,874 miliar dengan panjang evektif 10 kilo meter, segmen tiga dikerjakan oleh Pt Bumi Permai Nusantara dengan nilai kontrak Rp 46,777 miliar panjang evektif 10 kilo meter dan segmen empat dikerjakan oleh Pt Berlian Asia Bumi dengan nilai kontrak Rp 48,303 dengan panjang 10.5 kilo meter. (wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara