Kemendagri Setujui Pinjaman Daerah, Pemprov NTT Segera Cairkan Dana Rp 900 M Dari Bank NTT

Kupang, obor-nusantara.com-Setelah mendapat persetetujuan dari Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini tengah menyiapkan administrasi Keuangan agar mencairkan dana Pinjaman Daerah Sebesar Rp 900 Milyard dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bank NTT.
Pencairan dana pinjaman daerah sebesar Rp 900 milyar akan dibagi dalam dua tahap yakni pada tahap pertama tahun 2020 ini akan dicairkan Rp 450 milyard dan pencairan tahap ke dua pada tahun 2021 mendatang dengan totoal pencairan Rp 450 milyard, sehingga toral pinjaman daerah mencapai Rp 900 milyard.
“pinjaman daerah ini akan dicairkan dalam dua tahap yaki tahap pertama tahun 2020 sebesar Rp 450 milyar dan tahap ke dua tahun 2021 sebesar Rp 450 milyard. Ujar Kepala Badan Keuangan Daerah NTT Zakarias Moruk, saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu, 15/01/2020.
Menurutnya, dana pinjaman Rp 900 milyard ini seluruhnya digunakan oleh Pemerintah untuk membiayai pembangunan Jalan Provnsi sepanjang 900 kilo meter lebih yang kini dalam kondisi rusak berat.
“semuanya digunakan untuk biayai pembangunan jalan provinsi di wilayah NTT sepanjang 900 km lebih dari total panjang jalan provinsi 2000 kilo meter lebih”.ujar mantap Karo Umum Setda NTT ini.
Dikatakan, Pemerintah saat ini tengah menyiapkan administrasi keuangan untuk mencairkan dana pinjaman tahap pertama sebesar Rp 450 milyard dari total Rp 900 milyard.
“Kita saat ini sementara menyiapkan administrasi keuangan agar segera memproses pencairan dana tahahap pertama, karena proses lelang tengah berjalan di ULP”. Ujarnya.
Terkait sistem pengembalian ke Bank NTT menurut Zakarias Moruk, Pemenintah akan mengemblikan pinjaman tersebut ke bank NTT selama dua tahun anggaran yakni tahun 2021 pemerintah hanya membayar bunga bank dan tahun 2022 pemerintah membayar bunga dan pokok dan pada tahun 2023 pembayaran bunga dan pokok.
“penegembalian pinjaman dilakukan selma dua tahun anggaran untuk bunga dan pokok yakni ditahun 2022 dan 2023, sementara pada tahun Anggaran 2021 Pemerintah hanya membayar bunga bank”. Katanya.
Dijelaskan, selain pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Kota di NTT diminta untuk ikut meminjam di Bank NTT unruk kepentingan pembangunan dimasing-masing Kabupaten dan Kota di NTT. (wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara