Pacu Fisik Proyek Di Ruas Jalan Aegela-Gako, Kontraktor Tambah Tenaga Dan Alat

Nagekeo, obor-nusantara.com–Pekerjaan Proyek peningkatan Kapasitas jalan di ruas Aegela-Gako di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dipacu oleh Kontraktor PT Agogo Golden Grup (AGG).
Untuk memoepat proses pekerjaan jlalan tersebut, Rekanan diminta untuk menambah Tenaga kerja dan peralatan serta menyiapkan material pendukung agar proyek tersebut bisa selesai sebelum habis masa perpanjangan waktu denda 90 hari kalender.
“Kita terus lakukan proses percepatan dengan meminta kontraktor agar menambah tenaga dan peralatan serta menyipkan material pendukung sehingga pada saat pekerjaan utama yakni pengaspalan tidak mengalami kendala.” Jelas Kepala Satuan Kerja Kasatker BPJN Wilayah 4 Herman Rohi saat ditemui di kantor ada sabtu, 18/1/2020.

Dikatakan, proyek senilai Rp18 miliar itu bersember dari dana APBN Murni Tanhun Anggaran 2019 dengan panjang jalan yang ditangani 3,9 kilometer (km) baru dikontrak ada tanggal 27 November 2019 dengan masa Kontrak 1 bulan, sehingga dengan Peraturan Presiden (Pepres) nomor 16 Tahun 2015 diberikan waktu perpanjangan masa denda hingga 90 hari kalender.
“kita baru kontrak tanggal 27 Nopember 2019 jadi kalau sampai sekarang belum selesai wajarlah, tetapi ada aturan yang memberikan ruang bagi kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan jika tidak selesai tepat waktu.”Katanya.

Menurutnya, saat ini sudah mulai pengaspalan lapis pertama, ada yang perlu diperbaiki sebelum aspal lapis dua.
“masih ada perbaikan aspal lapis satu l(Ac) karena ada yang rusak saat hujan, nanti setelah perbaiki baru dilapisi aspal lapis duanya”. Ujar Herman.
Menurut Hermam, Kontraktor juga memperbaiki sejumlah ruas jalan yang masih butuh penanganan.
Tampak sejumlah alat berat diturunkan untuk mengerjakan ruas jalan Aegela-Gako.
Sementara itu, Penjabat Pembuat Komitmen (PPK), Donatus Nelo mengatakan ada empat titik ruas jalan yang diminta dibongkar, karena ada sedimen lumpur yang masuk ke jalan, sehingga diminta untuk dibongkar.

“Kami juga melakukan pembongkaran lapisan AC. Ada 4 titik yang kami lakukan pembongkaran, tapi sudah diperbaiki,” katanya.
Kontraktor pelaksana, Yani Karbonila megatakan progres pengerjaan sudah mencapai 40 persen atau sekitar 1,3 km yang telah dihotmix, sedangkan sisanya akan dikerjakan dengan jangka waktu denda selama 90 hari kerja.
“Kami akan lakukan percepatan pengerjaan hotmix jalan,” tegasnya.
Dikatakan, pekerjaan semuanya mendapat pengawasan ketat dari konsultan pengawas dan PPK sehingga dijamin kualitasnya.
“kita kerja djaga ketat dan sesuai dengan isi kontrak jadi tidak ada masalah dengan kualitas meski sudah musim hujan.” tegas Yani.(wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara