Realisasi PAD Hanya Rp.16 Milyar, Dewan Sebut Pemkab Kupang Malu Kalah Saing Dengan Satu UPT Samsat

Oelamasi,Obor-nusantara.com
Merosotnya pendapatan asli daerah pada Badan Pendapatan daerah kabupaten Kupang pada tahun 2019, Anggota DPRD Anton Natun menyebut pemkab Malu satu badan kalah saing dengan satu UPT Samsat Wilayah kabupaten Kupang.

Realisasi penerimaan dari beberapa objek pajak dan retribusi pada tahun 2019 hanya mampu mencapai Rp. 16 milyar lebih dari target Rp. 19 Milyar.Sedangkan pada tahun ini Bapenda menargetkan penerimaan sebesar Rp.21 miliar.

Sedangkan realisasi penerimaan pada UPT Pendapatan Daerah Propinsi NTT wilayah Kabupaten Kupang atau Samsat,yang notabene hanya bersumber dari pajak kendaraan bermotor mampu over target hingga Rp. 31 Miliar lebih.Dan target penerimaan tahun ini ditetapkan hingga Rp.38 miliar.

Hal ini membuat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kupang angkat bicara dengan beragam komentar.

Diantaranya,Anton Natun yang diwawancarai media ini,Kamis,16/01/2020 mengatakan kita harus mendapatkan pendapatan yang baik sehingga dapat meningkatkan pembangunan bagi masyarakat.

“Defisit tidak akan ditutup kalau pendapatan bapenda seperti ini. Hal ini mengakibatkan kebutuhan masyarakat tidak bisa terpenuhi secara baik.Masa kita kalah saing dengan satu UPT Samsat”Ujar Anton Natun.

Ia meminta agar Kolaborasi antara pimpinan dan staf harus dioptimalkan.Bapenda bisa adopsi pola kerja Samsat yang melihat kondisi faktual akan peluang potensi yang ada sehingga bisa naikan pendapatan.

“Tim kerja dispenda harus dikoreksi. Banyak Peluang investasi yang ada dikabupaten kupang,termasuk galian c yang diambil untuk pembangunan fisik baik itu APBD I propinsi NTT,Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.Aneh kalau pendapatan kita hanya belasan miliar.Ini indikasi kebocoran sangat besar”ungkapnya.

Ia menyebut ada indikasi kebocoran milyaran rupiah pada sektor galian c,perijinan dan IMB.Anton meminta Bupati harus koreksi bapenda dan tim kerjanya.hal ini menurutnya benar-benar memalukan.

Sementara Anggota DPRD dari Partai Gerindra Tome Da costa menilai kabupaten Kupang merupakan daerah penyangga perekonomian di kota kupang.sesuatu yang sangat aneh kalau pendapatan kita hanya 16 milyar.

“Pemerintah harus evaluasi,dan kalau sudah evaluasi ditemukan ada indikasi kebocoran pihak hukum harus masuk untuk menyelamatkan pendapatan kita”Kata Tome.

Ia mencontohkan satu sumber penerimaan seperti galian C bisa lebih dari angka itu, karena material pembangunan fisik dikota Kupang juga diambil galian c dari Kabupaten Kupang.Termasuk pembangunan fisik dari APBD I propinsi juga sebagian besar galian c diambil dari Daerah ini,Juga Kabupaten Rote ndao ada material galian c juga diambil dari sini.(kenzo)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara