Kuasa Hukum  PT AGG Desak Polres Ende Tuntaskan Kasus Penyebaran berita Hoax

ENDE,, obor-nusantar.com-Tim Penyidik Polres Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta agar segera menuntaskan Kasus dugaan penyebaran berita Hoax melalui ITE terhadap PT Agogo Golden Grup oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan kini tengah ditangani oleh Polres Ende. 

Lambanya Penyelesaian kasus dugaan Penyebaran berita Hoax melalu ITE oleh oknum yang tidk bertanggung jawab terhadap PT Agogo Golden Group yang dilaporkan di Polres Ende pada, 24 Juli 2019 lalu, Pihak kuasa hukum PT AGG mendesak polres Ende untuk menuntaskan kasus tersebut

Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Kuasa hukum PT AGG Filmon Marvin Williams Lai.SH . Kepada media pada Selasa ( 11/2/2020) di Ende yang dikirimkan keoada media ini melalui WhatsApp.

Dikatakan  kasus yang sudah dilaporkan oleh kliennnya Saudara Frengki Ratu Taga sudah cukup lama sejak bulan Juli 2019 namun sampai saat ini belum diselesaikan dan sebagai kuasa hukum pihaknya sangat menyayangkan kinerja kepolisian resor Ende yang dinilai sangat lamban dalam menangani perkara tersebut

” Sebagai kuasa hukum saya meminta kepada polres Ende untuk segera menuntaskan kasus yang saat ini sedang ditangani karena secara langsung sangat merugikan Kliennya saya baik secara perusahan maupun secara sosial pasalnya yang di sampaikan tidk sesuai kenyataan ” Ungkapnya dengan tegas

Dirinya juga membenarkan pada tanggal 3 Februari 2020 Pihaknya sudah menerima surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan ( SP2HP) dari polres Ende dengan nomor:B/15/II/2020/ Reskrim yang menyatakan sesuai gelar perkara di Polda NTT pada tanggal 30 Januari 2020 kasus yang dilaporkan dugaan tindak pidana ITE yang melibatkan oknum wartawan akan dikoordinasikan dengan pihak dewan Pers sebagai kuasa hukum sudah ditanggapi dengan mengirim surat penolakan ke polres Ende

Pria yang disapa Wili Lai ini menyampaikan keberatan bila pihak polres menyelesaikan kasus Pidana ITE dan penyebaran berita Bohong melalau dewan pers sedangkan ada Pidana yang dilakukan oleh okum tersebut yang melanggar hukum

Dirinya sangat tidak bersepakat bila kasus yang didampinginya di selesaikan melalui dewan pers sedangkan yang dilaporkan adalah pelanggaran UU ITE dan penyebaran berita Bohong

Bila Kasus tersebut tidak ada perkembangan dirinya akan menempuh jalur hukum lainya seperti praperadilan polres Ende nantinya.

Sementara itu, Kapolres Ende, AKBP Achmad Muzayin yang dikonfirmasi melalui saluran telepon mengatakan,  sesuai dengan hasil gelar perkara penyidik Polres Ende  Bersama di Mapolda NTT pada Jumat lalu, Penyidik diminta agar melalukan koordinasi dengan Dewan pers untuk kasus tersebut.

“sesuai petunjuk dari Polda NTT, penyidik dapat berkoorsinasi dengan Dewan Pers” Jawab Kapolres singkat. (wr/timagg).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara