Galian C Tidak Dibayar, Sekdis PUPR Ende Sebut, Pt. Yetty Dharmawan Salah

Ende, obor-nusantara.com-Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR) Kabupaten Ende John Ambo mengakui jika dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari proyek Pembangunan Jalan Simpang Maukaro-Nangaba-Boafeo-Maukaro yang dikerjakan pada tahun Anggaran 2019 lalu oleh Pt Yetty Darmawan Pemerintah telah mengalokasikan dana khusus untuk pembayaran Item Galian C jenis Urukan Pilihan (Urpil) dan itu wajib dibayarkan oleh Kontraktor pelaksana kepada pemilik lahan yang materialnya dijadikan sebagai bahan galian C untuk kepentingan proyek tersebut.


“ada dalam RAB kok, masa ambil material di lokasi orang tidak dibayar, itukan tidak benar.” Ujar Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR) Kabupaten Ende John Ambo kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya pada 02/03/2020.
Menurutnya, sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) khusus untuk item Galian C jenis Urukan Pilihan (Urpil) yang digunakan untuk pekerjaan timbunan bahu jalan disetiap proyek jalan aspal hotmix pasti ada dananya.
“disemua proyek hotmix itu ada dana untuk bayar Galian yang diambil dari lahan atau lokasi manapun harus dibayar jika tidak dibayar makan itu salah.” katanya.
Lebih jauh John Ambo menjelaskan, pekerjaan Proyek Simpang Maukaro-Nangaba-Boafeo-Maukaro yang dikerjakan pada tahun Anggaran 2019 lalu hingga kini belum selesai dan masih dalam proses pekerjaan dengan Denda selama Maksimal 90 hari kalender jika sampai pada akhir bulan februari belum selesai.
“memang sampai saat ini itu proyek belum selesai termasuk sejumlah proyek lain yang dikerjakan oleh Pt Yetty Dharmawan jadi kalau ada masalah kita akan cek lagi sebelum ada Penyerahan tahap satu Atau Profesional Head Over (PHO)”. Jelas John Ambo.


Terkait jangka waktu denda keterlambatan yang diberikan kepada Kontraktor Pelaksana menurut John Ambo, sesuai dengan aturan Pepres penyedia jasa memiliki hak untuk diberikan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan jika sampai pada akhir masa anggaran belum juga rampung.
Kan ada Pepres 2015 dan PMK 234 dengan jangka waktu denda 50+40 jadi semua masih sesuai aturan, hanya saja kalau ada masalah soal Galian C akan di cek kembali ke lokasi proyek.”imbuhnya.
Sebelumnya diberikatakan, Pemilik lahan yang dijadikan sebagai lokasi Galian C jenis Urukan Pilihan (Urpil) oleh Pt. Yetty Dharmawan untuk kepentingan Pekerjaan Proyek Pembangunan Jalan Simpang Maukaro-Nangaba-Boafeo-Maukaro yang dikerjakan pada tahun Anggaran 2019 lalu mengaku jika lahan miliknya itu diberikan secara cuma-cuma alias GRATIS tanpa membayar sepeserpun.
Penyerahan Tanah/lokasi tambang galian C jenis Urukan Pilihan itu kepada Kontraktor PT. Yetty Dharmawan hanya melalui kesepakatan lisan (Bukan tertulis) antara pemilik lahan dengan Perusahaan/Kontraktor.


“itu pemilik lahan yang rumahnya kena runtuhan Pohon kemiri pak (sambil menunjuk pemilik lahan yang berdiri) mereka kasih ini tanah (lokasi) cuma-cuma tetapi melalui kesepakatan yang kami sebagai tokoh masyarakat juga tidak tahu, yang jelas tidak ada ganti rugi atau sewa lahan ini semua GRATIS”. Jelas salah seorang tokoh masyarakat Desa Wologai satu, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ditemui wartawan di lokasi tersebut pada Sabtu 29/02/2020 saat bersama sejumlah warga membatu pemilik Lahan yang rumahnya tertimpa pohon di lokasi Penambangan Galian C hasil kerukan Pt Yetty Dharmawan.
Menurutnya, sebagai tokoh masyarakat di Desa itu sama sekali tidak ikut campur dalam urusan tersebut.
“ini kerjaan Pt. Yetty Dharmawan pak dan kami tidak ikut campur, tetapi kalau soal lahan galian C ini pemiliknya itu pak yang kasi ke perusahaan secara gratis.” ujarnya.
Dikatakan, pengambilan material galian C jenis Urukan Pilihan (Urpil) itu untuk kepentingan penguatan bahu jalan sehingga aspal tidak mudah tergerus atau rusak.

Sementara itu, Direktur Pt Yety Dharmawan Sony Indra Putra yang dikorfirmasi terkait persoalan tersebut ada Sabtu 29/02/2020 siang sedang tidak berada kantor.
Bahkan saat dihubungi melalui saluran telepon Sony hanya menjawab sedang berada di Luar Kota mengurus keluarga yang sakit.
“lagi di Malang Om,, ada liat om masuk RS.” jawab Sony singkat. (wr/team).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara