Rencana Kunker Ke Nagekeo,  Senator Wundalero  Tinjau 1846 Hektar Ranch Ternak  dan Temui Kelompok Tenun Ikat

Kupang, obor-nusantara.com-
Selain mengunjungi kelompok tenun di kelurahan Nangaroro Kabupaten Nagekeo, salah satu Agenda kerja anggota DPD RI dr. Asyera R.A. Wundalero juga akan menyambangi 1846 hektar ladang pengembalaan atau Ranch ternak sapi di Desa Totomala kecamatan Wolowae.

“Agenda kunjungan saya ke Kabupaten Nagekeo Propinsi NTT berlangsung dua hari pada pekan depan.Saya akan kunjung kelompok tenun di kelurahan Nangaroro dan ladang pengembalaan ternak sapi milik kelompok masyarakat di desa Totomala kecamatan wolowae.Selain itu saya juga akan bertatap muka dengan bapak Bupati dan Wakil Bupati  Nagekeo dalam rangka silaturahmi serta membangun kolaborasi untuk sama-sama berjuang bagi kepentingan masyarakat”Ungkap dr. Asyera kepada media ini,Jumat,6/3/2020.

Kunjungan kerja senator asal NTT ini,selain menjalankan tupoksi sebagai perwakilan daerah ditingkat pusat sesuai tugas komite 4 DPD RI,juga sebagai upaya mendukung misi besar Gubernur NTT menjadikan propinsi NTT sebagai gudang ternak.

Komite IV DPD RI menurut dr. Asyera memiliki beberapa ruang lingkup tugas seperti APBN, Pajak dan pungutan lain, perimbangan keuangan pusat dan daerah, lembaga keuangan dan perbankan, koperasi,usaha mikro,BUMN yang terkait dengan keuangan serta investasi dan penanaman modal.

Sesuai bidang tugas tersebut,komite IV bermitra dengan kementerian keuangan, kementrian PPN/Bappenas, kementrian koperasi dan UKM, Bank Indonesia, BPK, OJK dan lembaga keuangan lainnya.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo melalui Kepala Bidang Sarana prasarana dan penyuluhan, Vitalis Bay saat dihubungi obor-nusantara.com menguraikan bahwa ranch atau padang pengembalaan yang ada di desa Totomala kecamatan Wolowae seluas 1846 hektar.Ranch tersebut disiapkan untuk pengembalaan ternak sapi warga desa dari beberapa desa yang ada di kecamatan wolowae.

Vitalis menjelaskan ranch totomala di kelola sendiri masyarakat desa yakni kelompok pengelola ranch.Keberadaan Ranch tersebut disiapkan untuk memisahkan ruang pengembalaan ternak dengan ruang pemukiman dan pertanian masyarakat desa. direncakan dalam ranch itu ada lahan pakan,kandang komunal, air minum, tempat pelayanan kesehatan hewan embung.

Intervensi Dinas peternakan setempat menurut Vitalis sudah lakukan pendampingan,pembentukan kelompok pengelola ternak sejak tahun 2008,bantuan bakalan ternak, pagar, air minum dan peningkatan jalan produksi peternakan.

Diharapkan kegiatan pada sektor peternakan ini menjadi kegiatan yang berbasis di desa dimulai oleh desa dan direncanakan oleh warga desa.Sehingga mampu meningkatkan produksi ternak di desa yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat desa.(kenzo)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara