Langkah Inovatif Kejar Income Daerah,Pemkab Kupang Terapkan Pajak E Money

Oelamasi,obor-nusantara.com
Problem minimnya penerimaan daerah dari pos pendapatan daerah beberapa tahun terakhir ini berdampak pada defisitnya keuangan daerah yang berkepanjangan.Hal ini mendorong Pimpinan daerah di kabupaten Kupang mengambil langkah cepat tepat dan inovatif.

Bupati Kupang Korinus Masneno bersama Wabup Jerry Manafe mengambil langkah tepat dalam penertiban pos penerimaan dengan sistem Elektronik Money.Kebijakan  ini guna menertibkan penerimaan pajak dan retribusi yang selama ini terindikasi terjadi kebocoran.

Kebijakan Pemerintah ini,terlaksana atas kerja sama dengan bank NTT Oelamasi melalui pemasangan sejumlah mesin pajak dibeberapa rumah makan serta portal e money di pos lintas pengangkut material galian C di kecamatan Kupang Timur.

Hal ini disampaikan Bupati Kupang Korinus Masneno, Selasa, 25 Februari 2020 kepada obor-nusantara.com diruang kerjanya.

“Untuk rumah makan sendiri setelah dipasang sistem di 10 warung,pajak yang dihasilkan dari satu rumah makan bisa mencapai Rp.200.000″Ungkap Masneno.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini,Bapenda Kabupaten Kupang bersama Bank NTT sudah memasang mesin penerimaan pajak daerah berbasis online pada 10 titik rumah makan di wilayah kabupaten Kupang.

Sedangkan portal sementara dibangun di wilayah kecamatan Kupang Timur pada bulan untuk penerimaan galian C dan ternak berbasis Eletronik money.Di Propinsi NTT,Kabupaten kupang merupakan kabupaten pertama yang menggunakan konsep penanganan pajak pendapatan daerah berbasis online.

Hal ini merupakan langkah bijak dan inovatif dari Masneno dan Manafe dalam menjawab persoalan minimnya Pendapatan asli daerah di kabupaten kupang.Mengingat Penerimaan pajak dan retribusi pada tahun 2019,Bapenda hanya realisasi Rp. 76 miliar dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 87 miliar

Sementara pembiayaan dari sumber dana PAD didaerah ini cukup besar diantaranya untuk pembayaran gaji honorer yang mencapai Rp. 57 miliar setiap tahunnya sesuai kebutuhan tenaga didaerah ini.

Bukan hanya itu, Sumber dana yang sama juga sesuai peraturan menteri dalam negeri,diamanatkan untuk membiayai operasional DPRD serta operasional pimpinan daerah yakni Bupati dan Wakil Bupati.

Berbagai cara diupayakan pemerintah termasuk sikap tegas Bupati Masneno terhadap regulasi yang mengatur tentang daerah yang tidak Memiliki tambang dilarang membayar pajak tambang kepada daerahnya.

Atas dasar itu,Bupati Masneno sudah bersurat kepada semua pengusaha,Gubernur NTT, Walikota Kupang serta tembusan kepada KPK RI agar semua pengusaha yang mengambil galian C dari Kabupaten Kupang dapat membayar pajak galian C kepada Pemerintah Kabupaten Kupang.

“Kita tidak sulit dalam memperolehnya pajak dari galian C,cukup kita lihat RAB kebutuhan galian C tinggal dihitung.Baru satu bulan ini saja galian C kita sudah dapatkan 4 miliar lebih”sebut Bupati Kupang.

Upaya Pemkab dalam mengejar peningkatan pendapatan asli daerah juga bukan sekedar wacana.Baru-baru ini,13 pasar yang dibangun beberapa tahun belakangan dari dana perbantuan pusat juga sudah diserahkan penggunaanya kepada Badan Pendapatan daerah.

Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe memimpin langsung rapat penyerahan 13 pasar dari dinas perindustrian dan perdagangan kepada badan pendapatan daerah untuk dimanfaatkan sebagai salah sektor sumber pendapatan daerah.

“13 pasar ini harus segera difungsikan dengan menempatkan petugas agar bisa menertibkan retribusi pasar. Bila perlu Bapenda kerjasama dengan kepala desa dan camat dalam penagihan retribusi”Ujar Wabup Manafe.

Kepala Bapenda Fahren Foenay mengatakan untuk mesin pajak rumah makan baru 10 yang dipasang pada tahap awal.Sementara yang lainnya Bapenda masih berkoordinasi dengan pihak bank NTT agar dipasang semua mesin pajak pada semua rumah makan yang ada diwilayah kabupaten Kupang.

Sedangkan portal e money, sementara dibangun di Kupang Timur,serta diupayakan dipasang juga pada beberapa titik termasuk mulut tambang.

“Untuk mesin pajak rumah makan kita uji coba 10 rumah makan. Tapi kami sudah koordinasi dengan bank NTT untuk pasang juga disemua rumah makan. Sedangkan portal e money sementara dibangun di Kupang timur dan kami masih bangun komunikasi dengan kecamatan agar dibangun lagi dibeberapa titik. Hal ini sebagai upaya untuk menertibkan penerimaan pajak dan retribusi”Jelas Fahren pada senin, 10/3/2020.(advertorial/kenzo)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara