Sebarkan Hasil Tes Pasien Ke Publik, Seorang Dokter Ahli Di Kupang Dilaporkan Ke Polisi

Kupang,  obor-nusantara.com-Seorang Dokter Ahli yang bertugas salah satu Rumah Sakit di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terpaksa dilaporkan ke Polisi karena diduga mwnyebarkan hasil test nedis (rongzen) salah seorang pasiennya ke Publik melalui media sosial Face Book. 

Gara-gara membocorkan hasil rekam medis pasien yang diduga Covid-19,  Dokter Jane, Sp.Rad yang berdinas di Rumah Sakit SK. Lerik Kota Kupang, akhirnya dilaporkan keluarga pasien melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surya NTT ke Polres Kupang Kota.

Kasus yang sempat heboh di medsos dengan melampirkan hasil rekam medis dan nama jelas pasien yang telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Prof. WZ. Yohanes Kupang ini, ternyata berujung pada persoalan hukum dan pelanggaran kode etik Kedokteran Indonesia yang dilakukan Dr. Jane, sebagaimana di amanatkan pasal 16.

Transaksi pencemaran nama baik lewat media sosial (Medsos) yang terjadi di Facebook yakni Grup Viktor Lerik Bebas Bicara dan Grup Watsap (WA) pada tanggal, 16 Maret 2020 dengan korban NA akhirnya resmi dilaporkan oleh keluarga korban Ronaldy Christian Rohi ke Polresta Kupang Rabu, (18/03/2020).
Laporan Polisi yang dilayangkan ke Kepolisian Resort Kupang Kota oleh keluarga korban itu didampingi langsung penasehat hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surya NTT yakni ketuanya, E. Nita Juwita, SH., MH, Pendiri sekaligus pengawas, Herry F.F Battileo, SH.,MH dan stafnya, Reno N. Junaedy Simin,SH, Mutiara Manafe,SH, serta Zet Missa, SH.
Laporan Polisi Nomor, LP/B/351/III/2020/SPKT/Resor Kupang Kota yang tercatat pada Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor,349/STTLP/III/2020/SPKT/ Resor Kupang Kota ditandatangani oleh Banit I SKPT Brigpol Enjel Makaborang.
Adapun kasus yang dilaporkan ke polisi itu berkaitan dengan bocornya hasil rontgen pasien terduga Covid-19 oleh bagian Radiologi RSUD SK. Lerik Kota Kupang yang ditandatangani Dokter Jane, Sp. Rad. Bocornya hasil Rontgen pada tanggal, 16 Maret 2020 yang sempat viral di medsos membuat korban dan keluarga korban merasa tidak nyaman.
Seperti dilansir media ini sebelumnya yang mendapatkan fakta keluarga korban mendatangi kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surya NTT untuk mendapatkan pendampingan hukum terhadap kasus tersebut.
Atas kuasa yang diberikan keluarga korban kepada LBH Surya NTT, maka pada tanggal, 17 Maret 2020 pihak keluarga didampingi staf dari LBH Surya NTT meminta klarifikasi kepada pihak RSUD SK. Lerik Kota Kupang untuk mendapatkan kejelasan.
Pihak RSUD SK. Lerik yang saat itu diterima oleh Kepala Tata Usahannya Anderias Woli, SH berjanji akan secepatnya menginformasikan klarifikasi kasus itu karena direkturnya tidak berada ditempat.(wr/lbhsuryantt).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara