Ini Hasil Wawancara  Dengan Sopir Travel  Pengantar 7 Mahasiswa Terpapar Covid-19 Asal Tiles

Oelamasi, obor-nusantara.com
Dua sopir travel jalur Kupang menuju perbatasan motaain Kabupaten Belu  Provinsi NTT akhirnya ditemukan oleh gugus tugas covid Propinsi NTT dan Kabupaten Kupang bersama pihak keamanan dari Polres Kupang Dan Kodim 1604 Kupang.

Sopir Travel berinisial YN dan YT warga kecamatan Kupang tengah kabupaten Kupang akhirnya digiring untuk jalani pemeriksaan Rapid test oleh Tim medis RSUD Naibonat pada Senin, 20 April 2020 dan Hasilnya dinyatakan Negatif.

Untuk diketahui,7 mahasiswa asal Negara Timor Leste yang terpapar virus corona,pada tanggal 8 dini hari tepatnya sekitar pukul 02.00 dan pukul 02.30 menumpang dua mobil travel dari kota Kupang Propinsi NTT menuju perbatasan Motaain.

Begini wawancara khusus wartawan obor-nusantara.com dengan sopir travel warga kabupaten Kupang Propinsi NTT di halaman RSUD Naibonat,Senin,20 April 2020 pukul 16.15 wita.

Kapan bapak melakukan perjalanan dari Kupang ke perbatasan Antara NKRI dan Timor Leste di motaain kabupaten Belu.

“Kami dua,sopir pada satu perusahaan Travel jurusan kupang ke perbatasan motaain.Berangkatnya tanggal 8 april 2020,jam 2 pagi dan teman saya YN berangkat jam 2.30 pagi.Tiba Atambua sekitar jam 8 pagi”Kisah YT.

Di wilayah kota Kupang bapak jemput mereka dilokasi mana saja.

“3 orang saya jemput di hotel ledetadu, 1 orang di depan stikes nusantara dan 1 lagi jemput di oepura kota Kupang”katanya.

Di dalam mobil travel itu bapak muat berapa penumpang.

“Dalam satu mobil saya muat 7 orang,2 laki-laki dan 5 perempuan. Dengan posisi duduk 3 penumpang dibelakang sopir,3 orang duduk paling belakang dan 1 laki-laki duduk didepan”Terang YT.

Dalam perjalanan dari Kupang ke perbatasan Motaain Bapak sempat singgah dimana saja.

“Dari Kupang kami hanya diminta turun di batuputih untuk spuit (penyemprotan disinfektan) diluar dan didalam mobil,Terus hanya singgah di agen atambua jam 8 pagi untuk buang air kecil”ucapnya.

Apakah bapak sempat singgah di Kefa Kabupaten TTU.

“Kami tidak singgah di Kefa karena sampai Kefa jam 6 pagi jadi masih gelap”Katanya.

Apakah bapak melihat ada gejala seperti batuk atau flu dari para penumpang.

“Saya tidak tau karena gelap, tapi sepertinya tidak ada yang batuk”Tukas YT lagi.

Dari ketujuh penumpang,apakah mereka mengenakan masker.

“Dari 7 penumpang hanya satu ibu yang tidak pake masker, sedangkan yang lain pake masker”tutupnya.(kenzo)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara