Rapid Tes kedua, 3 Sahabat Pasien Positif Covid-19 Di NTT Negatif

Oelamasi, obor-nusantara.com-
Setelah jalani rapid test pertama,  ketiga orang sahabat yang sempat kontak fisik dengan pasien positif corona, kembali  jalani rapid test kedua di RSUD Naibonat dan hasilnya negatif.

Pantauan obor-nusantara.com,senin 20 april 2020,ketiga Orang Tanpa Gejala tersebut di periksa pada pukul 12.00 wita.

Hasil Rapid test disampaikan  direktur RSUD Naibonat dr. Erol Nenobais bahwa ketiganya negatif.Sedangkan untuk dilakukan swab masih menunggu petunjuk dari gugus tugas propinsi NTT.

“Rapid test kedua mereka bertiga,orang yang kontak langsung dengan pasien positif covid pertama di NTT hasilnya negatif.Ketiganya masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala atau OTG”Sebut Erol Nenobais.

Erol melanjutkan bahwa mengingat ketiganya negatif pada rapid kedua sesuai petunjuk tidak diperlukan lagi untuk dilakukan pemeriksaan swab.

Namun hal ini masih berkoordinasi dengan gugus tugas propinsi NTT,jika diperlukan untuk kepastian status,pihak RSUD Naibonat siap lakukan swab.

“Untuk pemeriksaan lanjutan dengan swab kita masih koordinasi dengan pihak gugus tugas propinsi karena ketiganya negatif”Ungkapnya.

Walaupun Ketiga sahabat pasien covid pertama di NTT tersebut hasilnya negatif tetapi tetap lakukan isolasi mandiri dengan pengawasan petugas kesehatan dari Puskesmas Camplong dan Puskesmas Naibonat.

Dikutip dari sehatq.com, rapid test adalah pemeriksaan virus menggunakan IgG dan IgM yang ada di dalam darah.

IgG dan IgM adalah sejenis antibodi yang terbentuk di tubuh saat kita mengalami infeksi virus. Jika di tubuh terjadi infeksi virus, maka jumlah IgG dan IgM di tubuh akan bertambah.

Hasil rapid test dengan sampel darah tersebut, dapat memperlihatkan adanya IgG atau IgM yang terbentuk di tubuh.

Jika ada, maka hasil rapid test dinyatakan positif ada infeksi. Namun, hasil tersebut bukanlah diagnosis yang menggambarkan infeksi COVID-19.

Maka dari itu, orang dengan hasil rapid testnya positif, perlu menjalani pemeriksaan lanjutan, yaitu pemeriksaan swab tenggorok atau hidung.

Pemeriksaan ini dinilai lebih akurat sebagai patokan diagnosis. Sebab, virus corona akan menempel di hidung atau tenggorokan bagian dalam, saat ia masuk ke tubuh.

Sampel lendir yang diambil dengan metode swab nantinya akan diperiksa menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction). Hasil akhir dari pemeriksaan ini, nantinya akan benar-benar memperlihatkan apabila ada virus SARS-COV2 (penyebab COVID-19) di tubuh.(kenzo)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara