Hasil Swab, NTT Tambah 3 Positif Covid-19, Total 16 Orang, Nagekeo dan TTS Pecah Telur

Kupang, obor-nusantara.com-Hingga hari ini Senin, 10/05/2020 terkonfirmasi dari hasil uji sampel di laboratorium PCR Swab dari Rumah Sakit Umum WZ Johanes Kupang tercatat kembali 3 orang positif Covid-19. Ketiga pasien positif Covid-19 itu berasal dari Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan satu pasien positif rujukan dari RSU Aeramo Nagekeo di Flores.
Hasil uji Tim medis labiratorium PCR Sweb Rumah Sakit WZ. Johanaes Kulang terhadap 46 sampel Swab yang berasal dari seluruh Rumah sakit Umum Daerah di NTT telah tercatat 3 orang dinyatakan Positif Covid-19.
Dari ketiga orang tersebut satu orang berasal dari klaster Sukabumi, satu orang pasien dari Nagekeo dan satu orang lainnya adalah hasil Transmisi (Penularan) lokal dari pasien terkonfirmasi Positif di Kota Kupang.
“dari hasil uji sampel di Laboratorium PCR Swab di RSU WZ Johanes Kupang terhadap 46 orang kami mau sampaikan kepada masyarakat bahwa, dari hasil itu 3 orang dinyatakan positif Cofid-19”. Ujar Kepala Dinas Kesehatan NTT, dg. Domi Mere yang didampingi oleh juru bicara gugus tugas percepatan penanganan corona virus disease 2019 (covid-19) di Provinsi NTT yang juga Kepala Biro Humas dan protokol Setda Provinsi NTT,  Jelamu Ardu Marius saat jumpa Media di ruang Biro Humas Setda NTT pada Senin malam, 11/05/2020.
Dikatakan, yang perlu menjadi perhatian adalah sesuatu yang dikuatirkan telah terjadi yakni terjadinya tarsmisi lokal dari pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang pernah menjalani perawatan di Kota Kupang.


“”sesuatu yang kita kuatirkan sudah terjadi yaitu sudah ada penularan secara lokal dari pasien positif yang ada di Kota Kupang”,katanya.
Menurut dokter Domi, saat ini tim laboratorium PCR Terus lakukan pemeriksaan Swab dengan jumlah 95 sweb yang akan diumumkan pada esok hari.
“saat ini tengah dilakukan pemeriksaan swab sebanyak 95 sampel dan akan kita umumkan pada esok hari”. Jelas Doker Domi.
Menurutnya, perlu diketahui bahwa, saat ini yang harus diwaspadai adalah penyebaran virus ini terjadi karena kurang patuhnya masyarakat terhadap Protokol Kesehatan yang diberlakukan Pemerintah.
“kita himbau agar masyarakat dapat mengukuti dan mentaati semua Protokol kesehatan yang diberlakukan Pemerintah, anda menjaga diri dan keluarga termasuk anda juga menjaga saya.” harap doker Domi.
Sementara itu juru bicara gugus tugas percepatan penanganan corona virus disease 2019 (covid-19) di Provinsi NTT yang juga Kepala Biro Humas dan protokol Setda Provinsi NTT,  Jelamu Ardu Marius mengingatkan, masyarakat agar tidak melakukan Mudik.
“seperti yang disampaikan oleh Ketua Tim Gugus Tugas Pusat bahwa Tidak ada Mudik tahun ini.
“Kami harap ini bisa dipatuhi oleh masyarakat NTT, jangan bawa penyakit ke kampung untuk kasi keluarga.” imbuhnya.
Terkait kedatangan 4200 tenaga kerja migran dari sejumlah Negara pada bulan mei hingga Juni 2020 nanti menurut Marius, segera di koordinasikan dengan tim gugus tugas Covid-19 di daerah untuk melakukan tindakan pengamanan saat tiba di NTT nanti.(wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara